Muhammadiyah kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap dinamika global. Upaya tersebut ditandai dengan proses verifikasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muhammadiyah (PusdiklatMU) oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman sebagai bagian dari pemenuhan perizinan lembaga pelatihan resmi.
Langkah verifikasi ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk memastikan bahwa PusdiklatMU hadir sebagai lembaga pelatihan yang memenuhi standar pemerintah, kredibel, dan mampu menjadi center of excellence dalam pengembangan kapasitas kader dan masyarakat luas.
PusdiklatMU dibentuk sebagai pusat pengembangan kompetensi yang dirancang untuk menjadi motor peningkatan kualitas SDM Muhammadiyah di berbagai sektor strategis. Tak hanya sebagai ruang pelatihan, lembaga ini diproyeksikan menjadi katalis inovasi, kolaborasi, dan penyatuan berbagai inisiatif peningkatan kapasitas yang selama ini berjalan di lingkungan persyarikatan.
Direktur PusdiklatMU, Sarjilah, menegaskan bahwa proses verifikasi menjadi bagian penting dari perjalanan panjang pendirian PusdiklatMU. Ia mengungkap, proses tersebut bukanlah suatu yang mudah, melainkan membutuhkan konsistensi, usaha berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Ini adalah momen bagi kita menciptakan lembaga yang menjadi rumah besar untuk mensinergikan berbagai pelatihan mewujudkan visi Muhammadiyah untuk menjadi center of excellence yang berkemajuan,” ujar Punang.

Di sisi lain, Ketua Biro Pengembangan Organisasi PP Muhammadiyah, Punang Amaripuja, menekankan bahwa PusdiklatMU diharapkan menjadi rumah bersama menyatukan berbagai inisiatif pelatihan sumber daya manusia di seluruh lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.
“Ini adalah momen bagi kita menciptakan lembaga yang menjadi rumah besar untuk mensinergikan berbagai pelatihan guna mewujudkan visi Muhammadiyah sebagai center of excellence yang berkemajuan,” ungkap Punang.
Menurutnya, kehadiran PusdiklatMU dapat memperkuat kultur kaderisasi berbasis kompetensi sekaligus menjawab kebutuhan SDM profesional di era transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.
Tak lupa, dengan diresmikannya Pusdiklat Muhammadiyah yang diresmikan pada 18 November 2025 yang lalu, Imam turut menyampaikan selamat dan berharap bahwa langkah ini dapat menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam berkolaborasi dengan pihak pemerintah.
Dengan proses verifikasi ini, Pusdiklat Muhammadiyah menegaskan tekadnya untuk hadir sebagai lembaga pelatihan yang kredibel, modern, dan responsif terhadap kebutuhan bangsa. Muhammadiyah berharap, keberadaan PusdiklatMU ini akan menjadi kekuatan baru dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Be the first to comment