Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengukuhkan 692 wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda ke-87 yang digelar di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Senin, 16 Februari 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan akademik, tetapi juga ruang refleksi atas kemajuan institusi sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh, antara lain perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Koordinator Kopertais Wilayah VIII, serta unsur Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Ambo Asse, menyampaikan apresiasi atas perkembangan Unismuh Makassar yang dinilainya konsisten dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, kami mengapresiasi dengan penuh rasa syukur dan bangga atas kemajuan Universitas Muhammadiyah Makassar yang terus berkembang dan menunjukkan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.
Penguatan Akademik dan Ekspansi Program Studi
Ambo Asse menyoroti perkembangan institusi yang dinilai signifikan, baik dari aspek akademik maupun pengembangan program studi. Penambahan sekitar 20 program studi baru, termasuk penguatan program spesialis kedokteran yang kini berjumlah empat, menjadi indikator keseriusan Unismuh Makassar dalam merespons dinamika pendidikan tinggi.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan arah pengembangan kampus yang semakin matang dan terukur.
“Universitas Muhammadiyah Makassar ini luar biasa. Sudah unggul, dan terus melangkah menjadi lebih unggul lagi,” tegasnya.
Penguatan akademik tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Dalam kesempatan itu, Ambo Asse juga berpesan kepada para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah di mana pun mereka berkiprah. Ia menekankan pentingnya peran alumni dalam menggerakkan dakwah dan tajdid Muhammadiyah.
“Di mana pun ananda berada dan beraktivitas, libatkan diri untuk ikut mengembangkan dan memajukan Muhammadiyah. Jagalah nama baik Universitas Muhammadiyah Makassar, Muhammadiyah, dan Islam,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa lulusan PTMA tidak hanya memikul tanggung jawab profesional, tetapi juga tanggung jawab moral sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan.
Komitmen Persatuan Umat
Dalam sambutannya, Ambo Asse turut menyinggung langkah strategis Muhammadiyah dalam menetapkan Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai bagian dari ikhtiar mempersatukan umat Islam di tingkat global.
“Dunia ini satu, matahari satu, bulan satu. Karena itu, Muhammadiyah terus berusaha melahirkan pemikiran yang mempersatukan umat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi Muhammadiyah berjalan seiring dengan visi keumatan dan kebangsaan Persyarikatan.
Menutup sambutannya, Ambo Asse mengajak para wisudawan menjadikan keimanan, amal saleh, dan ketakwaan sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Amalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Insya Allah, itu akan mengantarkan pada kebaikan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Be the first to comment