WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Refleksi Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Senin (6/4/2026). Dalam pidato bertajuk “Grow Stronger, Impact Greater”, ia menekankan bahwa UMP harus terus memperkuat fondasi keunggulan akademik untuk memberikan dampak nyata bagi persyarikatan, bangsa, dan umat.
Dalam paparannya, Ahmad Muttaqin mengungkapkan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan aktor utama dalam sistem pendidikan tinggi nasional. Berdasarkan data Maret 2026, Muhammadiyah mengelola 163 PTMA yang mencakup 4% dari total perguruan tinggi di Indonesia.
“Dengan populasi 677.251 mahasiswa atau sekitar 7% dari mahasiswa nasional, PTMA memiliki basis massa besar sebagai modal sosial perubahan bangsa,” tegas Muttaqin.

Namun, ia juga memberikan catatan bahwa dari 163 institusi, baru 21 PTMA (13%) yang terakreditasi Unggul, sehingga tantangan transformasi mutu secara sistemik masih menjadi prioritas utama.
Capaian Strategis dan Reputasi Global UMP
Ahmad Muttaqin memberikan apresiasi tinggi atas capaian UMP yang telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT. Di kancah internasional, UMP menunjukkan performa impresif dengan menempati posisi 1301-1400 pada QS World University Rankings Asia 2026, sebuah peningkatan signifikan sebanyak 50 posisi dari tahun sebelumnya.
UMP juga mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) peringkat pertama di wilayah Jawa Tengah bagian barat dan masuk dalam jajaran 100 besar universitas terbaik di Indonesia (peringkat 78). Dari sisi akademik, 65% program studi di UMP telah meraih predikat Unggul. Keberhasilan ini didukung oleh kepuasan mahasiswa yang mencapai angka 90% serta keberadaan mahasiswa internasional dari 12 negara lebih.

Muttaqin menyoroti kekuatan UMP sebagai Innovation Leader, khususnya melalui pusat unggulan kelapa kopyor dan tanaman herbal nasional yang didukung fasilitas penelitian terdepan. Meski demikian, ia mengingatkan adanya ruang tumbuh dalam aspek Research Impact (sitasi internasional) dan komersialisasi hasil riset laboratorium agar dapat dipasarkan secara massal.
Menghadapi dinamika 2026 dan seterusnya, UMP dihadapkan pada sejumlah tantangan strategis. Salah satunya adalah perubahan karakter calon mahasiswa generasi Alpha yang cenderung lebih memilih pembelajaran berbasis keterampilan dibandingkan gelar formal.
Selain itu, integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran menjadi keniscayaan yang harus direspons secara bijak dan etis.
Isu keberlanjutan juga menjadi perhatian, termasuk dorongan menuju net zero campus dan penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan kampus.
Tata Kelola Berbasis Nilai Islam Berkemajuan
Menutup orasinya, Ahmad Muttaqin menekankan pentingnya tata kelola PTMA berbasis pada nilai-nilai Risalah Islam Berkemajuan (RIB) sebagai world view. Ia merumuskan lima pilar utama, yaitu Amanah (transparansi dan kejujuran), Ihsan & Itqan (profesionalitas dan kualitas), Syura (partisipatif dan kolaborasi), Al-‘Adl (keadilan), serta Akuntabilitas sebagai bentuk tanggung jawab dunia-akhirat.
“Visi kita ke depan adalah mewujudkan PTMA yang tidak hanya Unggul dan Bereputasi, tetapi juga Berdampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat dan tetap Diminati oleh publik karena kualitas lulusannya,” pungkasnya.
Melalui Roadmap UMP Masa Depan, kampus ini menargetkan percepatan guru besar, implementasi Smart Campus 5.0, dan hilirisasi industri untuk menghubungkan riset dengan kebutuhan pasar global.
Be the first to comment