Sukses PC IMM A.K. Anshori Purwokerto Cetak Kader Digdaya, Siap Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Riset

Sukses PC IMM A.K. Anshori Purwokerto Cetak Kader Digdaya, Siap Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Riset
Sukses PC IMM A.K. Anshori Purwokerto Cetak Kader Digdaya, Siap Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Riset

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) A.K. Anshori Purwokerto menutup perhelatan besar Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional pada Ahad (4/1) pagi. Kegiatan perkaderan tingkat nasional yang berlangsung selama lima hari di Purwokerto ini berhasil meluluskan sekitar 70 kader madya dan instruktur dari berbagai provinsi di Indonesia. Seluruh peserta tidak hanya membawa misi perkaderan, tetapi juga mandat baru: advokasi kebijakan publik berbasis riset.

Mengusung visi “Akseleran Kader Digdaya”, kegiatan ini dirancang bukan sekadar forum pembelajaran teoritik. Peserta dibekali penguatan intelektual, spiritual, dan kepemimpinan khas IMM sekaligus didorong menghasilkan output nyata berupa policy brief atau naskah rekomendasi kebijakan yang menyoroti isu disparitas sosial dan pengawalan visi nasional Asta Cita.

Penutupan kegiatan dihadiri Plt Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Imam Ahfas yang menyampaikan apresiasi tinggi atas model perkaderan yang dikembangkan PC IMM A.K. Anshori.

“Parlemen membutuhkan mitra kritis yang berbasis data. IMM menunjukkan pendekatan gerakan yang dewasa dan solutif. Bukan sekadar bersuara, tetapi menghadirkan rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Ini angin segar bagi demokrasi,” ujarnya.

PC IMM A.K. Anshori Purwokerto

Menurutnya, DPRD Banyumas membuka ruang selebar-lebarnya bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berdialog, dan menghadirkan gagasan konseptual yang dapat berkontribusi pada pembangunan daerah.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, Lendra Yuspi J. Geasil, menegaskan kegiatan ini menjadi bukti kedewasaan gerakan IMM dalam memadukan keteguhan ideologi dengan ketajaman intelektual.

“Perkaderan ini menunjukkan IMM mampu menerjemahkan Islam Berkemajuan dalam realitas kekinian. Kader IMM bukan hanya cakap beretorika, tetapi juga harus memiliki kedalaman spiritual, ketangguhan moral, dan kecerdasan membaca persoalan sosial. Inilah profil kader umat dan bangsa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Ketua Umum PC IMM A.K. Anshori Purwokerto, Zunifan Arif Nugroho, menegaskan bahwa kader lulusan DAMNas dan PID Nasional akan kembali ke daerah masing-masing membawa peran strategis sebagai creative minority—kelompok kecil yang punya pengaruh besar melalui gagasan dan kerja nyata.

“Mereka pulang membawa mandat ideologis. Tugasnya jelas: membangun tim riset, mengawal kebijakan publik, dan berpihak pada kepentingan masyarakat kecil. IMM A.K. Anshori berkomitmen mencetak kader yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya.

DAMNAS dan PIDnas PC IMM A.K. Anshori Purwokerto

Acara penutupan berlangsung khidmat dan simbolis melalui penyerahan hasil riset peserta kepada Plt Ketua DPRD Banyumas. Momentum ini menegaskan posisi IMM bukan hanya sebagai gerakan mahasiswa kritis, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang menghadirkan solusi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting penguatan kapasitas kader IMM dalam advokasi berbasis data, pengembangan kepemimpinan intelektual, serta kontribusi nyata bagi kualitas demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*