Toga untuk Orang Tua di Surga: Kisah Tria Fenda, Wisudawati Terbaik Unmuh Jember dengan IPK 3,99

Toga untuk Orang Tua di Surga Kisah Tria Fenda, Wisudawati Terbaik Unmuh Jember dengan IPK 3,99
Toga untuk Orang Tua di Surga Kisah Tria Fenda, Wisudawati Terbaik Unmuh Jember dengan IPK 3,99

WARTAPTM.ID, JEMBER — Di tengah riuh bahagia prosesi Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Sabtu (25/4), ada satu kisah yang mengendap dalam diam, namun menyisakan haru yang dalam. Sosok itu adalah Tria Fenda Afi Wijaya, wisudawati terbaik tingkat universitas dengan capaian IPK nyaris sempurna, 3,99.

Berbeda dari kebanyakan wisudawan yang didampingi orang tua, Tria berdiri sendiri di hari pentingnya. Toga yang ia kenakan hari itu, tak lagi bisa ia persembahkan secara langsung kepada ayah dan ibunya. Keduanya telah lebih dulu berpulang.

Namun justru dari kehilangan itulah, lahir keteguhan yang mengantarkan Tria ke titik tertinggi dalam perjalanan akademiknya.

Ujian hidup Tria telah dimulai jauh sebelum ia mengenakan toga. Saat masih duduk di bangku kelas XII SMA, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan sang ibu di momen krusial menjelang kelulusan.

Alih-alih terpuruk, Tria memilih menjadikan duka sebagai bahan bakar. Ia tetap melangkah, bahkan berhasil menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik di sekolahnya.

Langkahnya berlanjut ke bangku kuliah di Unmuh Jember, membawa harapan baru sekaligus amanah dari orang tua.

Namun takdir kembali menguji keteguhannya. Saat memasuki semester tujuh—fase awal penyusunan skripsi—Tria kembali kehilangan, kali ini sang ayah.

Kehilangan dua sosok terdekat dalam waktu yang tidak lama, menjadi pukulan emosional yang berat. Tapi di tengah kondisi itu, ia memilih untuk bertahan.

“Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung jawab,” kenangnya, mengingat pesan yang selalu ditanamkan kedua orang tuanya.

Pesan sederhana itu kemudian menjadi pegangan kuat yang menuntunnya untuk bangkit dan menyelesaikan apa yang telah ia mulai.

Menariknya, duka tidak membuat langkah Tria melambat. Justru sebaliknya, ia terus memperluas kapasitas diri di berbagai bidang.

Ia terpilih sebagai penerima program bergengsi Djarum Beasiswa Plus tahun 2024/2025. Tak hanya itu, ia juga menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas.

Prestasi tersebut mengantarkannya mewakili kampus dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional.

Toga untuk Orang Tua di Surga Kisah Tria Fenda, Wisudawati Terbaik Unmuh Jember dengan IPK 3,99
Toga untuk Orang Tua di Surga Kisah Tria Fenda, Wisudawati Terbaik Unmuh Jember dengan IPK 3,99

Di luar akademik, Tria aktif sebagai relawan Duta Kepemudaan. Ia turun langsung memberikan edukasi kepada pelajar, mulai dari pentingnya personal branding hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.

Semua itu ia jalani di tengah proses menyelesaikan skripsi, dengan kondisi batin yang tak selalu mudah.

Kini, di puncak pencapaiannya sebagai lulusan terbaik, ada satu hal yang tak bisa ia wujudkan: menyerahkan toga itu langsung ke tangan kedua orang tuanya.

Rasa rindu tentu tak terelakkan. Namun bagi Tria, perjuangannya adalah bentuk lain dari bakti yang tak pernah terputus.

Ia percaya, apa yang ia capai hari ini adalah bagian dari doa dan harapan yang pernah dititipkan oleh orang tuanya.

Menutup perjalanannya sebagai mahasiswa, Tria menyampaikan pesan sederhana namun kuat bagi siapa pun yang tengah berjuang.

Bahwa dalam setiap proses, akan selalu ada tantangan—baik akademik maupun personal. Namun kunci untuk bertahan adalah tetap fokus pada tujuan.

Baginya, sesulit apa pun proses yang dijalani, selama tidak menyerah, setiap usaha pada akhirnya akan menemukan jalannya.

Dan dari kisah Tria, satu hal menjadi jelas: kehilangan memang tak pernah mudah, tetapi bukan alasan untuk berhenti melangkah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*