UM Bandung Dorong KKN Berbasis Data, Perkuat Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Jawa Barat

UM Bandung Dorong KKN Berbasis Data, Perkuat Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Jawa Barat

WARTAPTM.ID, BANDUNG – Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) terus meneguhkan perannya dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berorientasi pada penyelesaian persoalan riil di tengah masyarakat.

Pada pelaksanaan KKN 2026, sebanyak 1.200 mahasiswa akan diterjunkan ke 44 desa dan kelurahan yang tersebar di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. Pengabdian ini tidak hanya menjadi implementasi pembelajaran di luar kampus, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Mengusung tema “Inovasi Berbasis Potensi Lokal untuk Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, program KKN UM Bandung tahun ini menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual, dengan menjadikan data sebagai pijakan utama dalam merumuskan program pengabdian.

Salah satu fokus strategis yang diangkat adalah verifikasi faktual data Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung, Ijang Faisal, menegaskan bahwa pembekalan KKN bukan sekadar seremoni, melainkan proses awal transformasi mahasiswa dalam memahami realitas sosial.

“Pembekalan KKN bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal transformasi mahasiswa dari pembelajar di ruang kelas menjadi pembelajar di laboratorium terbesar kehidupan, yaitu masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan menyusun program pemberdayaan berdasarkan kebutuhan riil dan potensi masing-masing wilayah. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang relevan sekaligus berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam verifikasi data Anak Tidak Sekolah merupakan kontribusi akademik yang strategis, terutama dalam menghadirkan data yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan.

“Jangan datang untuk menggurui masyarakat. Namun, datanglah untuk mendengar, memahami, lalu membersamai mereka dalam menemukan solusi yang memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, menekankan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN merupakan representasi institusi sekaligus calon pemimpin masa depan yang harus memiliki kepekaan sosial.

Ia menilai bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, empati, serta kemampuan problem solving yang kolaboratif.

“Saya harapkan para mahasiswa belajar memahami fenomena di tengah masyarakat. Tolong dicek betul data-data seperti anak tidak sekolah di lapangan agar mahasiswa memahami keadaan masyarakat yang sebenarnya,” ujarnya.

Pendekatan berbasis data dalam KKN ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.

Melalui KKN 2026, UM Bandung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan model pengabdian yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Dengan mengedepankan inovasi berbasis potensi lokal dan validitas data, KKN diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan.

Lebih dari itu, program ini juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk mahasiswa tidak hanya sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang peka, adaptif, dan solutif.

Be the first to comment

Leave a Reply