Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) kembali menorehkan langkah kemajuan dalam penguatan pendidikan tinggi Muhammadiyah. Sebanyak 441 wisudawan jenjang Sarjana, Profesi, dan Magister resmi dikukuhkan dalam Wisuda Angkatan ke-VIII yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, di kampus UM Palopo.
Momentum wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga peneguhan komitmen UM Palopo sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam mencetak lulusan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.
Rektor UM Palopo, Suhardi M. Anwar, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia menegaskan bahwa capaian UM Palopo merupakan hasil kolaborasi dan kebersamaan seluruh sivitas akademika.
“Pada hari ini kita melaksanakan Wisuda ke-8, alhamdulillah selama kepemimpinan kami, kami telah mencapai berbagai prestasi, dan ini semua berkat kerja keras dan kerja sama serta kebersamaan yang kami bangun bersama seluruh sivitas akademika UM Palopo untuk mewujudkan catur dharma perguruan tinggi.”

Ia menegaskan bahwa UM Palopo tidak berhenti pada capaian hari ini. Ke depan, kampus menargetkan pembukaan tujuh program studi baru serta pengembangan fakultas, termasuk penguatan Fakultas Kedokteran. Selain itu, UM Palopo juga menargetkan meraih predikat Akreditasi Unggul sebagai bagian dari ikhtiar peningkatan mutu berkelanjutan.
“Kami minta doa dari para hadirin sekalian, semoga UM Palopo diberikan kemudahan dan kekuatan untuk memajukan pendidikan tinggi, menciptakan alumni-alumni yang berkualitas, dan juga memiliki daya saing global serta membantu misi dakwah persyarikatan Muhammadiyah,” tambahnya.
Mewakili Pemerintah Kota Palopo, Asisten III Setda Kota Palopo, Irfan Dahri, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UM Palopo dalam pembangunan daerah dan penguatan ekonomi berbasis pendidikan.
“Kami mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang pada hari ini telah menyelesaikan kegiatan akademik. Kami berharap para wisudawan dan wisudawati akan menjadi penggerak dalam berilmu amaliyah dan beramal ilmiah.”
Ia menegaskan bahwa lulusan Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan inovasi berdaya saing serta menjadi solusi atas persoalan masyarakat, sejalan dengan nilai perjuangan Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Andi Lukman, menyebut wisuda sebagai titik temu antara perjuangan dan harapan.

“Wisuda adalah momentum akademik sekaligus momentum emosional. Ini juga momentum refleksi dari proses pembelajaran menuju pengabdian.”
Ia berpesan agar lulusan UM Palopo menjadi pribadi yang adaptif, kolaboratif, serta memiliki literasi digital yang kuat dalam menghadapi era digitalisasi dan kecerdasan buatan.
“Tantangan ini harus ditaklukkan dengan ilmu, akhlak dan kerja keras.”
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta nilai-nilai moral dan keislaman dalam setiap peran di masyarakat.
Dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan serta orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Amal Usaha Muhammadiyah.

“Kesempatan ini harus menjadi momentum anda semua untuk melejitkan diri dan memastikan menjadi seseorang yang berdampak di lingkungan masyarakat.”
Ia mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, jumlah PTMA mencapai 163 perguruan tinggi, dengan 21 di antaranya telah terakreditasi Unggul. Muhammadiyah juga telah memiliki 23 Fakultas Kedokteran, serta 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari total 160 PPDS di Indonesia.
Ia pun berharap UM Palopo menjadi bagian dari PTMA yang segera meraih predikat Unggul.
“Kami berharap PTMA Unggul kita akan terus bertambah dan salah satunya datang dari UM Palopo,” ungkapnya.
Be the first to comment