WARTAPTM.ID, TERNATE – Momentum penting terjadi di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dengan digelarnya pengukuhan guru besar sekaligus pelantikan rektor baru pada Kamis, 2 April 2026, di Auditorium Hi. Abdullah Tjan Hoatseng, Ternate.
Dalam agenda tersebut, Ranita Rope resmi dilantik sebagai Rektor UMMU periode 2026–2030. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forkopimda, serta sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Ranita menyampaikan bahwa pelantikan rektor yang dirangkaikan dengan pengukuhan guru besar serta serta pembukaan Baitul Arqam Dosen dan Tendik di lingkungan UMMU menjadi momentum penting dalam perjalanan institusi.
“Pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari keberlanjutan intelektual. Pelantikan ini menjadi nafas baru untuk mewujudkan visi besar universitas. Saya menyadari sepenuhnya bahwa memimpin sebuah perguruan tinggi ditengah dinamika yang ada bukanlah tugas yang ringan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya penguatan kaderisasi Muhammadiyah melalui pembinaan dosen dan tenaga kependidikan.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dan dinamika global.
“Kepemimpinan ke depan harus dibangun dengan semangat kolaborasi, integritas, inovasi, dan profesionalisme,” tegasnya.

Ranita mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama mendorong transformasi menuju kampus yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa fokus kepemimpinannya mencakup penguatan kualitas pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) juga akan terus diintegrasikan dalam setiap langkah pengembangan institusi.
“Kami mengusung semangat akselerasi, kolaborasi, dan integrasi untuk memperkuat institusi sekaligus kaderisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XII Saiful Deni menyoroti pentingnya peningkatan jabatan fungsional dosen di lingkungan UMMU. Ia menyebut masih terdapat dosen yang belum memiliki jabatan fungsional, sehingga perlu menjadi perhatian ke depan.
“Ketika usulan diajukan, kami siap memprosesnya secara cepat sebagai bentuk komitmen pelayanan bagi perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia juga mendorong perguruan tinggi di wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk segera menargetkan akreditasi institusi “Unggul”.
Amanat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah disampaikan oleh Agung Danarto. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni internal sebagai kunci kemajuan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Kebersamaan antara rektor, jajaran, BPH, dan Persyarikatan adalah fondasi utama. Tanpa itu, sulit bagi kampus untuk berkembang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar penguatan akademik tetap berjalan seiring dengan komitmen terhadap nilai-nilai Persyarikatan.
Apresiasi juga disampaikan oleh M. Tauhid Soleman yang menilai capaian tersebut sebagai kebanggaan bagi daerah.
“Guru besar adalah simbol keilmuan tertinggi yang mampu menjadi motor penggerak inovasi dan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian Ranita sebagai rektor perempuan pertama di Maluku Utara, sekaligus berharap UMMU dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.
Be the first to comment