Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) terus memperluas kolaborasi internasional melalui program bertajuk Culturally Responsive Science Learning: Exploration Local Wisdom Indonesia–Malaysia yang digelar pada 12 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan kerja sama strategis antara UMPWR, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, dan Ma’ahad As Sultan Ahmad Shah Ad Dinni Bandar Jengka. Program tersebut diikuti para guru dan pelajar di Bandar Jengka, Malaysia, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pendidikan lintas negara.
Dalam kegiatan tersebut, Arif Maftukhin, hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran sains yang responsif terhadap budaya dan kearifan lokal. Menurutnya, integrasi konteks budaya dalam sains mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus memperdalam pemahaman konseptual peserta didik.
Sains Berbasis Kearifan Lokal
Dalam pemaparannya, Arif mengangkat berbagai kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber belajar kontekstual. Struktur dan keseimbangan Candi Borobudur dikaji dari perspektif fisika, sementara konsep termodinamika dan fluida dijelaskan melalui kuliner tradisional seperti dawet ireng dan mi ongklok. Permainan tradisional seperti kelereng dan egrang juga diperkenalkan sebagai media pembelajaran sains berbasis aktivitas.

Pendekatan serupa turut diaplikasikan dalam konteks Malaysia. Struktur Petronas Twin Towers dianalisis dari sudut pandang rekayasa dan fisika bangunan, sementara makanan khas seperti nasi lemak dan es ABC dieksplorasi sebagai sarana memahami konsep ilmiah secara aplikatif.
Melalui pendekatan ini, sains tidak lagi dipahami sebagai disiplin yang abstrak dan terpisah dari kehidupan sehari-hari, melainkan hadir sebagai ilmu yang kontekstual, relevan, dan dekat dengan realitas budaya masyarakat.
Penguatan KKN Internasional
Kolaborasi ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN Internasional UMPWR yang sebelumnya dilepas pada 19 Januari 2026 oleh Rektor UMPWR, Teguh Wibowo, bersama Wakil Rektor Bidang AIK, Tursino.
Sebagai simbol penguatan kerja sama, kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam kepada pimpinan Ma’ahad As Sultan Ahmad Shah Ad Dinni Bandar Jengka. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penarikan 15 mahasiswa UMPWR peserta KKN Internasional di Malaysia oleh perwakilan Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UMPWR.
Kepala Biro KUI UMPWR, Jeki Wibawanti, menegaskan bahwa transfer pengetahuan melalui pengabdian masyarakat dan kolaborasi riset internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring akademik global.
Melalui kegiatan ini, UMPWR menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membangun sinergi pendidikan Indonesia–Malaysia serta mengembangkan model pembelajaran sains yang inovatif, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal sebagai jembatan diplomasi akademik antarbangsa.
Be the first to comment