Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kampus yang tengah berkomitmen mewujudkan “Umsida Unggul 2026” ini berhasil masuk 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang menembus enam besar nasional dalam pemeringkatan SINTA Score 3 Years dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Dalam daftar tersebut, Umsida menempati peringkat ke-6 nasional dengan total skor 945.096, berada di atas sejumlah kampus ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Andalas (Unand).
Rektor Umsida, Hidayatulloh, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam memperkuat budaya riset dan inovasi.
“Kita tidak hanya aktif dalam pemeringkatan nasional seperti SINTA, tapi juga berpartisipasi di level internasional seperti Times Higher Education dan UI GreenMetric. Ini tentu membanggakan, bukan hanya bagi Umsida, tapi juga bagi persyarikatan Muhammadiyah dan dunia pendidikan Indonesia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/10).
Ia menambahkan, berdasarkan SINTA Score Overall 2025, Umsida juga menempati peringkat pertama sebagai PTMA dengan kualitas riset terbaik di Indonesia.
“Jadi, kita sekarang sudah masuk dalam 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, baik PTN maupun PTS,” tegasnya.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang turut berkontribusi besar dalam peningkatan skor SINTA.
“Sinta Score tidak hanya hasil kerja dosen, tetapi juga kontribusi mahasiswa yang aktif dalam riset dan publikasi. Ini bagian dari pelaksanaan Catur Dharma Umsida,” tambahnya.
Ke depan, ia berharap mahasiswa dapat lebih progresif dan inovatif dalam mendukung posisi Umsida sebagai kampus riset unggul berbasis keislaman dan kemanusiaan.
Capaian ini juga mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati. Ia menilai keberhasilan Umsida sebagai bukti nyata kemajuan pendidikan tinggi di daerah.
“Kami sangat berbangga dengan Umsida yang mampu melampaui kampus-kampus besar. Ini menunjukkan bahwa kampus di daerah pun bisa bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya, Senin (27/10).
Menurut Fenny, pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama kemajuan daerah. Ia berharap Umsida terus berperan aktif dalam mencetak lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
“Mari kita jadikan kampus bukan hanya pencetak sarjana, tapi juga pencetak wirausaha dan generasi birokrasi baru yang berintegritas,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Sidoarjo siap berkolaborasi dengan Umsida dalam pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas SDM.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin pendidikan Sidoarjo akan semakin maju,” tutupnya.
Be the first to comment