UMSU Kukuhkan Rektor dan BPH Baru, Perkuat Kepemimpinan Berkemajuan Muhammadiyah

UMSU Kukuhkan Rektor dan BPH Baru, Perkuat Kepemimpinan Berkemajuan Muhammadiyah
UMSU Kukuhkan Rektor dan BPH Baru, Perkuat Kepemimpinan Berkemajuan Muhammadiyah.

WARTAPTM.ID, MEDAN — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi mengukuhkan rektor dan jajaran Badan Pembina Harian (BPH) untuk masa jabatan 2026–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat, Selasa (28/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Akrim dilantik sebagai Rektor UMSU periode 2026–2030, menggantikan Agussani yang kini mengemban amanah sebagai Ketua BPH UMSU. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhamadiyah, Ahmad Muttaqin.

Dalam sambutannya, Agussani menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang kepemimpinannya yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan selama 16 tahun memimpin UMSU. Ini bukan waktu yang singkat, dan menjadi pengalaman berharga dalam membangun institusi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa capaian UMSU saat ini merupakan hasil dari proses kolektif yang berkelanjutan. Optimisme pun disampaikan terhadap kepemimpinan baru dalam melanjutkan dan mengembangkan kemajuan yang telah dirintis, termasuk kontribusi strategis dalam agenda Persyarikatan.

UMSU Kukuhkan Rektor dan BPH Baru, Perkuat Kepemimpinan Berkemajuan Muhammadiyah.

Rektor UMSU yang baru, Akrim, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian institusi melalui kepemimpinan yang kolektif dan kolaboratif.

“Meneruskan kepemimpinan ini bukan hal yang ringan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen UMSU untuk bersama-sama merawat dan mengembangkan institusi ini,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya budaya saling menguatkan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

“Jika saya berbuat baik, bantulah saya. Jika saya menyimpang, luruskan saya. Amanah ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Akrim mengusung visi menjadikan UMSU sebagai kampus digital berkelas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak, dengan kepemimpinan yang transformatif, inklusif, dan humanis.

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Empat Pilar Utama

Dalam amanatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah dan kemajuan Persyarikatan.

UMSU Kukuhkan Rektor dan BPH Baru, Perkuat Kepemimpinan Berkemajuan Muhammadiyah.

Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum organisasi sebagai penggerak inner dynamic atau daya gerak internal yang mendorong kemajuan.

“Setiap orang memiliki potensi. Namun, keberhasilan ditentukan oleh kemampuan menyadari dan memobilisasi potensi tersebut,” jelasnya.

Menurut Haedar, dalam menghadapi dinamika kehidupan yang kompetitif, semangat fastabiqul khairat harus menjadi landasan dalam bergerak dan berkontribusi.

Haedar menjelaskan bahwa keberhasilan institusi Muhammadiyah ditopang oleh empat pilar utama, yakni nilai Islam berkemajuan, sistem organisasi yang kuat, ekosistem kepercayaan, serta kepemimpinan yang visioner.

“Pemimpin memiliki fungsi utama untuk menunjukkan arah, terutama ketika organisasi menghadapi kebingungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan empat karakter kepemimpinan Muhammadiyah, yaitu berlandaskan keikhlasan dan hikmah, berorientasi kerja, bersifat dinamis dan progresif, serta memiliki dimensi profetik yang memadukan nilai duniawi dan ukhrawi.

“Dengan kepemimpinan seperti itu, Muhammadiyah akan terus menjalankan fungsi dakwah dan tajdid untuk kemaslahatan semesta,” pungkasnya.

Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial pergantian kepemimpinan, tetapi juga menegaskan komitmen UMSU dalam memperkuat peran sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah.

Kepemimpinan yang berkemajuan diharapkan mampu membawa UMSU menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing global, serta berkontribusi nyata dalam dakwah dan tajdid Muhammadiyah.

Be the first to comment

Leave a Reply