WARTAPTM.ID, PURWOREJO — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan kualitas akademik melalui pengukuhan Guru Besar di bidang Linguistik Terapan, Rabu (29/4).
Dalam prosesi tersebut, Sudar resmi dikukuhkan sebagai profesor, menandai capaian strategis dalam pengembangan keilmuan bahasa dan pendidikan di lingkungan kampus.
Rektor UMPWR, Teguh Wibowo, menegaskan bahwa jabatan Guru Besar merupakan puncak perjalanan akademik yang sarat dedikasi dan integritas ilmiah.
“Jabatan Guru Besar bukan sekadar capaian administratif, tetapi puncak perjalanan panjang yang ditempuh dengan ketekunan, integritas ilmiah, dan dedikasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik sekaligus mendorong kontribusi keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman.
“Hari ini kita tidak hanya mengukuhkan seorang Guru Besar, tetapi juga meneguhkan martabat ilmu pengetahuan dan menyalakan harapan bagi masa depan bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut, rektor menyampaikan bahwa di kawasan Kedu Selatan meliputi Purworejo, Magelang, Kebumen, dan Wonosobo jumlah Guru Besar masih relatif terbatas. Dalam konteks ini, langkah yang ditempuh oleh UMPWR merupakan lompatan strategis yang patut kita syukuri bersama.
“Pengukuhan Prof. Sudar, bukan hanya menambah jumlah profesor, tetapi menjadi penanda kebangkitan akademik, khususnya dalam penguatan bidang bahasa dan pendidikan yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman”, pungkasnya.
Respons atas Tantangan Pendidikan Era Digital
Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Sudar mengangkat inovasi pembelajaran melalui pendekatan Digital Islamic English Text berbasis morfologi. Model ini dinilai mampu mengintegrasikan kemampuan bahasa dengan nilai-nilai Islam dalam konteks pembelajaran modern.

“Pendekatan ini dapat meningkatkan kemampuan membaca kritis, penguasaan kosakata, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran bahasa Inggris,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi pendidikan tinggi terhadap transformasi digital, termasuk penguatan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Sutrisno, mengingatkan pentingnya penguatan kepakaran dosen secara berkelanjutan.
“Dosen harus meningkatkan kepakarannya secara serius, sehingga ketika dibutuhkan bangsa, sudah siap. Kepakaran itu harus disertai dengan spirit Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang dan dedikasi yang tidak ringan.
Pengukuhan ini tidak hanya menambah jumlah profesor, tetapi juga menjadi indikator kebangkitan akademik UMPWR, khususnya dalam bidang bahasa dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan bertambahnya Guru Besar, UMPWR optimistis dapat terus mengembangkan ekosistem akademik yang unggul, berdaya saing, serta berkontribusi dalam pembangunan peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam.
Be the first to comment