UMY Salurkan Bantuan Respons Cepat untuk Mahasiswa KKN dan Warga Terdampak Gempa NTT

UMY Salurkan Bantuan Respons Cepat untuk Mahasiswa KKN dan Warga Terdampak Gempa NTT
Kondisi pasca gempa NTT 7,7 M di daerah Pota sampai Reo dekat lokasi KKN UMY. (Foto. Humas UMY).

WARTAPTM.ID, NUSA TENGGARA TIMUR — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyalurkan bantuan awal bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan setelah kampus memastikan seluruh mahasiswa KKN UMY yang berada di wilayah terdampak dalam kondisi aman.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi dan berdampak di sejumlah wilayah Flores. Sebagian mahasiswa KKN UMY yang tengah menjalankan program pengabdian di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur turut merasakan dampak guncangan dan sempat melakukan evakuasi bersama warga.

Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Dyah Mutiarin, mengatakan komunikasi dengan mahasiswa dan tim di lapangan terus dilakukan untuk memantau kondisi mereka sekaligus perkembangan situasi masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh mahasiswa KKN UMY dalam kondisi aman. Kami terus melakukan komunikasi dengan tim di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi KKN yang terdampak,” ujar Dyah melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/8).

Sebagai respons awal, UMY mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing lokasi KKN di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan darurat dengan membeli bahan kebutuhan pokok dari warung atau kios masyarakat setempat yang masih memiliki persediaan.

Skema ini tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga dan mahasiswa di tengah situasi pascabencana, tetapi juga mempertahankan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Dengan membeli kebutuhan secara langsung dari pelaku usaha setempat, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni memenuhi kebutuhan logistik sekaligus membantu menjaga perputaran ekonomi warga terdampak.

Selain bantuan dana awal, UMY juga menyiapkan 100 paket family kit dan 20 unit tenda pengungsian. Bantuan tersebut dijadwalkan dikirim pada Senin (17/8) melalui koordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat dan PDM Manggarai Timur.

Respons terhadap gempa NTT juga dilakukan melalui koordinasi jaringan kebencanaan Muhammadiyah. UMY menggandeng Lazismu UMY, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk memastikan penanganan dan penyaluran bantuan berjalan terkoordinasi.

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengatakan koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Koordinasi terpadu ini penting agar pemetaan kebutuhan, penghimpunan, hingga penyaluran bantuan di lapangan berjalan terintegrasi dan tepat sasaran,” jelas Nurmandi, Minggu (16/8).

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, lembaga filantropi, jaringan kebencanaan, serta struktur Muhammadiyah di daerah terdampak.

Selain menyalurkan bantuan awal, Lazismu UMY juga membuka donasi kemanusiaan untuk korban gempa NTT. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui mekanisme penanganan kebencanaan Muhammadiyah untuk mendukung kebutuhan darurat dan proses pemulihan masyarakat terdampak.

Be the first to comment

Leave a Reply