UNIMUS Dorong Literasi Kesehatan Santri Lewat Gerakan Sehat Berbasis Pesantren

UNIMUS Dorong Literasi Kesehatan Santri Lewat Gerakan Sehat Berbasis Pesantren
UNIMUS Dorong Literasi Kesehatan Santri Lewat Gerakan Sehat Berbasis Pesantren

WARTAPTM.ID, SEMARANG – Upaya penguatan kesehatan berbasis komunitas terus digencarkan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Melalui Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, UNIMUS menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Gerakan Sehat Berbasis Pesantren di lingkungan Pondok Pesantren Putra UNIMUS, Semarang, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan, khususnya terkait penyakit kronis seperti hipertensi dan gangguan muskuloskeletal. Sebanyak 30 mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung secara terstruktur, mulai dari registrasi, pemeriksaan tekanan darah, hingga pre-test berbasis digital untuk mengukur pemahaman awal peserta.

Ketua Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Yunie Armiyati, menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat.

“Pesantren merupakan lingkungan strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyakit kronis harus dimulai sejak usia muda dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan komprehensif menjadi kunci dalam pengendalian penyakit kronis, terutama melalui edukasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari santri.

Materi edukasi pertama disampaikan oleh mahasiswa spesialis, Pandu Aseta, yang mengangkat topik Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat penonjolan bantalan tulang belakang yang dapat menekan saraf.

“HNP dapat menyebabkan nyeri menjalar hingga gangguan mobilitas. Karena itu, penting menjaga postur tubuh, aktivitas fisik yang seimbang, serta mencegah cedera sejak dini, terutama pada usia produktif,” jelasnya.

UNIMUS Dorong Literasi Kesehatan Santri Lewat Gerakan Sehat Berbasis Pesantren

Selanjutnya, dosen UNIMUS, Prima Trisna Aji, memperkenalkan inovasi SMART Living Approach sebagai strategi pencegahan hipertensi berbasis mahasiswa pesantren.

“SMART Living merupakan pendekatan integratif yang menekankan perubahan perilaku melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik rutin, pengelolaan stres, serta monitoring kesehatan secara mandiri,” terangnya.

Ia menambahkan, “Mahasiswa pesantren memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan.”

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Program Studi, Warsono. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul, terutama terkait pencegahan penyakit muskuloskeletal.

Sebagai penguatan materi, peserta juga mengikuti sesi demonstrasi praktik kesehatan yang aplikatif. Kegiatan ditutup dengan tanya jawab, pembagian doorprize, serta dokumentasi bersama sebagai simbol kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas pesantren.

Melalui program ini, UNIMUS tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, tetapi juga membangun gerakan berbasis komunitas yang berkelanjutan. Pesantren diharapkan dapat menjadi pusat pembentukan gaya hidup sehat sekaligus melahirkan generasi yang unggul secara spiritual dan tangguh secara kesehatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*