Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali menegaskan perannya dalam penguatan dakwah dan pengabdian umat dengan melepas ratusan peserta Program Mubaligh Hijrah Ramadan 1447 Hijriah. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Kampus Unismuh Makassar, Minggu (9/2/2026).
Program ini menjadi agenda rutin dakwah kampus yang mengintegrasikan pembinaan keislaman, pengabdian masyarakat, serta kaderisasi dakwah Muhammadiyah.
Seremoni pelepasan dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Rektor Unismuh Makassar, jajaran pimpinan fakultas, lembaga dan pusat studi keislaman, dosen, serta ratusan mahasiswa peserta Mubaligh Hijrah. Kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh peserta yang telah lebih dahulu berada di lokasi penugasan.
Tidak sekadar seremoni tahunan, Program Mubaligh Hijrah dirancang sebagai gerakan dakwah terorganisasi yang menghubungkan kampus dengan realitas kehidupan umat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Ketua Panitia, Abdillah, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui rangkaian pelatihan dan pembekalan. Materi pembekalan mencakup penguatan keislaman, keterampilan komunikasi dakwah, serta pemahaman ideologi dan nilai-nilai Muhammadiyah.
“Pembekalan ini disiapkan agar para mubaligh tidak hanya mengisi mimbar, tetapi mampu menjadi teladan, penggerak, dan agen pencerahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada Ramadan tahun ini, Unismuh Makassar memberangkatkan sebanyak 696 mubaligh yang tersebar dalam beberapa skema penugasan, mulai dari mubaligh kampus, mubaligh utusan PDM, PCM, dan PRM, mubaligh LPCR, hingga mubaligh mandiri yang dikoordinasikan melalui Ma’had Al-Birr. Mereka akan menjalankan berbagai aktivitas keagamaan, seperti menjadi imam salat tarawih, khatib Jumat, penceramah Ramadan, serta pendamping kegiatan keagamaan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
Melalui program ini, mahasiswa didorong tidak hanya memanfaatkan libur Ramadan sebagai waktu pulang kampung, tetapi hadir secara aktif sebagai pelayan umat yang berkontribusi dalam penguatan kehidupan religius masyarakat.
Kepala Pusat Pengembangan, Pengkajian, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (P4AIK) Unismuh Makassar, Samhi Mu’awan Djamal, menegaskan bahwa para peserta Mubaligh Hijrah memikul amanah dakwah yang tidak ringan.
Menurutnya, dakwah bukan sekadar aktivitas retorika keagamaan, melainkan perjuangan moral dan spiritual yang menuntut keikhlasan, konsistensi, serta tanggung jawab hingga akhir masa penugasan.
“Kalian adalah mahasiswa terpilih yang diberi amanah membawa risalah Islam ke tengah masyarakat. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menuntaskan tugas dakwah hingga akhir Ramadan sebagai wujud komitmen moral kepada umat dan institusi.
Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rakhim Nanda, menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang berakhlak, humanis, dan mencerahkan. Mengutip QS. Fussilat ayat 33–35, ia mengingatkan bahwa dakwah sejatinya dilakukan dengan kebijaksanaan, kesabaran, serta keteladanan amal saleh.
“Kejahatan tidak dibalas dengan kejahatan, melainkan dengan kebaikan. Dari situ, dakwah justru menemukan kekuatannya,” ujarnya.
Rektor juga menegaskan bahwa para mubaligh membawa identitas dan citra Unismuh Makassar sebagai kampus Islam berkemajuan. Sikap, tutur kata, dan perilaku mahasiswa selama menjalankan tugas akan menjadi representasi institusi di tengah masyarakat.
“Jadilah duta Unismuh yang santun, berilmu, dan memberi manfaat nyata bagi umat,” pesannya.
Pelepasan peserta Mubaligh Hijrah ditandai secara simbolis oleh Rektor Unismuh Makassar melalui pembacaan basmalah, sebagai penanda dimulainya misi dakwah Ramadan 1447 H.
Melalui Program Mubaligh Hijrah ini, Unismuh Makassar kembali menegaskan peran perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya sebagai pusat pendidikan akademik, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial-keagamaan. Dari kampus, mahasiswa diberangkatkan untuk mengabdi kepada umat, merawat spirit Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.
Be the first to comment