Unismuh Makassar Gelar Silaturahim dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ikatan dengan Para Pendahulu

Unismuh Makassar Gelar Silaturahim dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ikatan dengan Para Pendahulu
Unismuh Makassar Gelar Silaturahim dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ikatan dengan Para Pendahulu

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menggelar kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama di Balai Sidang Unismuh pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin Ramadan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara sivitas akademika dengan para tokoh dan pendahulu yang pernah berkontribusi dalam perjalanan kampus.

Acara tersebut mempertemukan sivitas akademika aktif dengan para sesepuh Muhammadiyah, mantan pimpinan universitas, serta pengelola panti asuhan Muhammadiyah dari wilayah Makassar, Gowa, dan Maros.

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Ihyani Malik, menjelaskan bahwa kehadiran para pendahulu dalam kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga hubungan emosional antara kampus dan tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam pengembangan Unismuh.

“Apapun kondisi Unismuh sekarang, mulai dari tumbuh hingga berkembang seperti saat ini, tidak lepas dari peran Bapak-Ibu semua,” ujarnya dalam laporan panitia.

Menurut Ihyani, mereka yang pernah mengemban amanah sebagai rektor, wakil rektor, dekan, maupun pimpinan Muhammadiyah tetap menjadi bagian dari keluarga besar Unismuh. Bahkan, undangan juga diberikan kepada keluarga tokoh yang telah wafat sebagai bentuk penghargaan atas jejak pengabdian yang telah ditorehkan.

Selain mempererat silaturahim, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 11 panti asuhan Muhammadiyah yang berasal dari Makassar, Gowa, dan Maros.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa inti dari pertemuan tersebut adalah memperkuat silaturahim dengan para pendahulu universitas.

“Didahulukan silaturahimnya, baru buka puasa bersamanya,” ujarnya.

Ia menilai pertemuan tahunan seperti ini penting untuk mengenang sejarah perjuangan para pendahulu dalam membangun Unismuh, sekaligus menjadi ruang refleksi untuk merumuskan langkah-langkah pengembangan kampus ke depan.

“Sejarah itu penting untuk mengukuhkan dan menguatkan kita dalam menatap masa depan,” tambahnya.

Ketua Badan Pembina Harian Unismuh Makassar, Gagaring Pagalung, mengaitkan kegiatan tersebut dengan semangat Muhammadiyah berkemajuan. Ia menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi serta pelayanan sosial.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ambo Asse, menilai pertemuan tersebut sebagai momentum untuk menyambungkan memori kolektif kampus dengan arah gerakan Muhammadiyah ke depan.

Ia berharap sivitas akademika Unismuh tidak hanya berkontribusi dalam memajukan kampus, tetapi juga aktif menghidupkan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.

Dimensi historis kegiatan turut diperkuat melalui kesaksian Muh. Alwi Uddin yang menceritakan proses pembangunan Gedung dan Menara Iqra Unismuh. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan hasil dukungan berbagai tokoh dan jejaring Muhammadiyah.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Zulfahmi Alwi. Dalam ceramahnya, ia mengajak hadirin menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperdalam ibadah sekaligus memperluas cara pandang keagamaan.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan wawasan dan metode berpikir yang komprehensif dalam memahami ajaran Islam.

Dengan demikian, kegiatan buka puasa bersama di Balai Sidang Unismuh tidak hanya menjadi ajang pertemuan emosional antargenerasi, tetapi juga ruang penguatan spiritual, intelektual, serta komitmen untuk terus memajukan amal usaha Muhammadiyah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*