Wisudawan Asal NTT Berikan Kesan UMMAD sebagai Kampus Muhammadiyah yang Junjung Tinggi Moderasi

Wisudawan Asal NTT Berikan Kesan UMMAD sebagai Kampus Muhammadiyah yang Junjung Tinggi Moderasi
Kristofora Karolina Kewa, Wisudawan Berprestasi UMMAD yang berasal dari Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kian menegaskan posisinya sebagai kampus Muhammadiyah yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai moderasi beragama. Perkembangan UMMAD tidak hanya terlihat dari peningkatan kualitas akademik, tetapi juga dari keberagaman latar belakang mahasiswa yang datang dari berbagai daerah dan keyakinan.

Salah satu potret nyata dari wajah moderasi tersebut tercermin pada sosok Kristofora Karolina Kewa, wisudawan asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Perempuan yang akrab disapa Olin ini merupakan pemeluk agama Katolik dan berhasil menyelesaikan studinya di Program Studi Administrasi Kesehatan UMMAD dengan prestasi membanggakan.

Dalam Wisuda UMMAD 2025 yang digelar pada akhir Desember lalu (27/12/2025), Olin bahkan dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi.

wisuda ummad

Olin mengaku sejak awal menempuh pendidikan di UMMAD, ia merasakan lingkungan kampus yang terbuka dan menghargai perbedaan. Statusnya sebagai mahasiswa non-Muslim tidak menjadi penghalang dalam berproses akademik maupun bersosialisasi.

“Selama saya kuliah di UMMAD, saya sangat merasa nyaman. Saya sangat diterima sebagai mahasiswa non-Muslim, baik oleh dosen maupun teman-teman mahasiswa,” ujar Olin.

Menurutnya, dosen di UMMAD bersikap profesional dan adil kepada seluruh mahasiswa tanpa membedakan latar belakang agama. Hal serupa juga ia rasakan dari tenaga kependidikan yang memberikan pelayanan secara optimal.

“Teman-teman juga ramah serta saling mendukung dalam kegiatan akademik maupun non-akademik,” tambah mahasiswa angkatan 2021 tersebut.

Pengalaman ini, menurut Olin, menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar dihidupkan dalam praktik pendidikan di UMMAD.

Mengikuti AIK sebagai Ruang Belajar Nilai Universal

Sebagai mahasiswa non-Muslim di kampus Muhammadiyah, Olin juga mengikuti mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Ia mengakui sempat merasa canggung di awal, namun perlahan mampu menyesuaikan diri.

Kristofora Karolina Kewa - Wisudawan Berprestasi UMMAD
Kristofora Karolina Kewa – Wisudawan Berprestasi UMMAD

“Materi yang diajarkan lebih menekankan pada nilai-nilai moral, etika, dan toleransi. Jadi masih relevan untuk dipelajari oleh semua mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menilai AIK justru menjadi ruang pembelajaran tentang keberagaman dan nilai-nilai universal.

“Saya menganggap mata kuliah tersebut sebagai tambahan wawasan dan pembelajaran tentang keberagaman, serta tidak merasa dipaksakan dalam hal keyakinan,” tutur Olin.

Alasan Memilih UMMAD dan Prodi Administrasi Kesehatan

Keputusan Olin melanjutkan studi di UMMAD berawal dari keinginannya menekuni bidang kesehatan. Awalnya, ia bercita-cita mengambil pendidikan keperawatan. Namun, pertimbangan biaya membuatnya mencari alternatif program studi yang tetap relevan dengan minatnya.

“Setelah mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup tinggi, saya kemudian mencari pilihan lain yang masih berada di bidang kesehatan,” ujarnya.

Dari diskusi dan pencarian informasi bersama teman, Olin mengetahui bahwa UMMAD memiliki Program Studi Administrasi Kesehatan. Ketertarikannya pun semakin kuat setelah memahami cakupan keilmuan yang ditawarkan.

“Saya memilih Program Studi Administrasi Kesehatan karena tetap ingin berkontribusi di bidang kesehatan, meskipun tidak secara langsung sebagai tenaga medis,” jelasnya.

Menurut Olin, prodi ini membekali mahasiswa dengan kompetensi pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi rumah sakit, serta sistem layanan kesehatan yang profesional dan terstruktur.

Prestasi akademik Olin menjadi bukti bahwa mahasiswa dari daerah luar Jawa pun mampu berprestasi di UMMAD. Ia lulus dengan IPK 3,79 dan menyusun skripsi berjudul Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa.

Rektor UMMAD, Sofyan Anif, menyebut Olin sebagai representasi nyata UMMAD sebagai kampus moderasi.

“Hal ini bisa kita lihat tadi, ada mahasiswa yang menjadi lulusan terbaik wisuda kali ini dari Nusa Tenggara Timur. Namanya Kristofora Karolina Kewa, S.Kes., dari Program Studi Administrasi Kesehatan,” ujar Sofyan dalam sambutan wisuda, Sabtu, (27/12/2025).

Ia menegaskan bahwa UMMAD tidak pernah membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras.

“Semua menjadi bagian utuh dari UMMAD dan terus kita kembangkan dalam rangka memberi kontribusi kepada bangsa dan negara. Untuk itu, mari bergabung menjadi mahasiswa UMMAD,” ajaknya.

Kisah Olin menjadi penegas bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga berkomitmen menanamkan nilai moderasi, toleransi, dan kebinekaan dalam praksis pendidikan tinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*