Tancap Gas Pengembangan Akademik, UMB Audiensi ke LLDIKTI Wilayah II Siapkan Guru Besar dan Prodi Strategis

Tancap Gas Pengembangan Akademik, UMB Audiensi ke LLDIKTI Wilayah II Siapkan Guru Besar dan Prodi Strategis
Tancap Gas Pengembangan Akademik, UMB Audiensi ke LLDIKTI Wilayah II Siapkan Guru Besar dan Prodi Strategis

Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) terus menunjukkan akselerasi pengembangan kelembagaan dan akademik. Salah satu langkah strategis terbaru dilakukan melalui audiensi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II di Palembang, Jumat (9/1/2025), guna menyampaikan laporan perkembangan institusi sekaligus membahas rencana pembukaan sejumlah program studi baru.

Audiensi ini menjadi forum penting bagi UMB untuk memaparkan penguatan tata kelola universitas, peningkatan mutu akademik, serta strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dosen dan tenaga kependidikan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan dosen menuju jabatan akademik guru besar.

Rombongan UMB dipimpin langsung oleh Rektor UMB, Susiyanto, didampingi jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Kasmirudin, Wakil Rektor II Ririn Harini, Wakil Rektor III Surohim, dan Wakil Rektor IV Onsardi.

Kehadiran UMB diterima langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Iskhaq Iskandar bersama jajaran, antara lain Kepala Bagian Umum Fansyuri Dwi Putra, Ketua Tim Sistem Informasi Irsan Aras, serta Ketua Tim Sumber Daya Nurjanah.

Siapkan Prodi Kedokteran hingga S2 Ilmu Komputer

Dalam pemaparannya, UMB menyampaikan rencana pengembangan akademik melalui pembukaan sejumlah program studi baru, meliputi Program Studi S1 Kedokteran, S1 Kesehatan, S1 Gizi, S1 Farmasi, serta Program Studi S2 Ilmu Komputer. Rencana ini dirancang sebagai bagian dari strategi memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Rektor UMB, Susiyanto, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh agenda pengembangan universitas berjalan sesuai regulasi dan standar mutu pendidikan tinggi.

“Audiensi ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen UMB dalam menjaga kualitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kami menyampaikan laporan perkembangan universitas sekaligus berdiskusi mengenai rencana pembukaan program studi baru agar prosesnya sesuai ketentuan, berbasis kebutuhan, dan memiliki kesiapan akademik serta sumber daya yang memadai,” ujar Susiyanto.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan SDM dosen menjadi perhatian utama UMB, termasuk mendorong semakin banyak dosen yang mencapai jenjang guru besar.

Lebih lanjut, Susiyanto menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru bukan sekadar penambahan kuantitas, melainkan bagian dari strategi peningkatan mutu dan relevansi pendidikan tinggi Muhammadiyah.

“UMB terus berbenah dan bertumbuh. Pembukaan program studi baru bukan sekadar penambahan jumlah prodi, tetapi bagian dari strategi peningkatan mutu dan relevansi, agar lulusan UMB semakin mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional,” jelasnya.

Menurutnya, program studi seperti Kedokteran, Kesehatan, Gizi, Farmasi, hingga S2 Ilmu Komputer dirancang untuk merespons kebutuhan riil masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis.

LLDIKTI Apresiasi dan Siap Dampingi

Kepala LLDIKTI Wilayah II, Iskhaq Iskandar, mengapresiasi langkah proaktif UMB dalam menyampaikan laporan perkembangan institusi dan rencana pengembangan secara terbuka melalui forum audiensi.

“LLDIKTI Wilayah II menyambut baik langkah UMB yang proaktif menyampaikan laporan perkembangan dan mendiskusikan rencana pembukaan program studi baru. Pada prinsipnya, kami mendorong pengembangan perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, kepatuhan regulasi, dan kesiapan sumber daya,” ungkap Iskhaq.

Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah II siap memberikan pendampingan teknis sesuai kewenangan, terutama dalam memastikan proses pengembangan program studi berjalan sesuai mekanisme dan standar yang berlaku.

“Kami siap mendampingi dan memberikan arahan teknis agar rencana pembukaan program studi baru dipersiapkan secara matang, mulai dari dokumen, tata kelola, SDM, sarana-prasarana, hingga sistem penjaminan mutu,” tegasnya.

Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan LLDIKTI Wilayah II dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi, sekaligus mempercepat terwujudnya pengembangan akademik yang terukur, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*