Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus memperkuat jejaring akademik internasional. Kali ini, melalui partisipasi mahasiswa Umsida dalam program Student Mobility di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Program ini memberi kesempatan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) untuk menempuh perkuliahan lintas negara selama satu semester.
Lima mahasiswa Umsida terpilih mengikuti program tersebut setelah melalui serangkaian seleksi. Mereka berasal dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Mahasiswa Terpilih dan Skema Perkuliahan
Peserta Student Mobility Umsida terdiri atas Reneisha Savira Anda dan Akhmad Hasbul Wafi dari Program Studi PAI, serta Isna Salsabila Amalia, Fathiyyah Qari’ Al-Fitroni, dan Abul A’la Al Maududi dari Program Studi PBA.
Selama satu semester, mahasiswa mengikuti perkuliahan yang seluruhnya diasuh oleh dosen UniSZA. Pada tahap awal, perkuliahan dilaksanakan secara daring melalui platform Webex dan Google Meet sejak 20 Oktober 2025. Selanjutnya, pada 11 Januari 2026, mahasiswa diberangkatkan ke Malaysia untuk mengikuti perkuliahan secara luring hingga program berakhir pada awal Februari.
“Kami mengikuti perkuliahan di UniSZA sampai 6 Februari nanti, bertepatan dengan berakhirnya program Student Mobility,” ujar Akhmad Hasbul Wafi, salah satu peserta.
Seluruh mata kuliah yang diambil dikonversikan dengan mata kuliah di Umsida sesuai dengan program studi masing-masing, termasuk pelaksanaan ujian akhir semester yang dilakukan secara luring di UniSZA.
Seleksi Ketat dan Capaian Akademik Internasional
Wafi menjelaskan bahwa proses mengikuti Student Mobility diawali dengan pengumuman resmi di tingkat fakultas. Mahasiswa yang berminat kemudian mendaftar dan mengikuti seleksi berupa tes Bahasa Arab serta wawancara.
“Setelah mendapat rekomendasi dosen, saya mengikuti tes Bahasa Arab dan wawancara. Alhamdulillah dinyatakan lolos,” ungkapnya.
Khusus mahasiswa PAI, terdapat tiga mata kuliah yang dikonversi, yaitu Media dan Teknologi Pembelajaran, Sosiologi Pendidikan, dan Ushul Fiqh. Tidak hanya mengikuti perkuliahan, mahasiswa PAI juga terlibat dalam kompetisi internasional melalui mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran.
Dalam ajang PMAP International Innovation Day, mahasiswa Umsida mengembangkan aplikasi berbasis pendidikan agama Islam dan berhasil meraih gold medal.
“Alhamdulillah kami meraih gold medal. Dari kegiatan itu juga lahir artikel kolaborasi yang dipublikasikan di jurnal Malaysia,” jelas Wafi.
Pengalaman Akademik dan Luaran Program
Keberangkatan ke Malaysia menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan budaya akademik internasional.
“Perjalanannya cukup panjang, sekitar enam sampai tujuh jam. Tapi itu pengalaman luar biasa karena suasananya sangat berbeda dengan Indonesia,” tuturnya.
Setibanya di UniSZA, mahasiswa mengikuti agenda penyambutan resmi di Fakultas Contemporary Islam (FKI). Mereka diperkenalkan dengan lingkungan fakultas, dosen pengampu, serta sistem pembelajaran di UniSZA.
Mahasiswa juga mengikuti kuliah terbuka yang membahas topik teknologi pendidikan, flipped classroom, dan seamless learning. Selama program berlangsung, peserta diwajibkan menghasilkan berbagai luaran, seperti dokumentasi kegiatan, pemberitaan, laporan akhir, serta publikasi media.
“Luaran program meliputi dokumentasi, pemberitaan, jurnal, dan laporan akhir sebagai arsip kegiatan,” pungkas Wafi.
Melalui program Student Mobility ini, Umsida menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa serta mendorong lahirnya lulusan berwawasan global yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Be the first to comment