Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian global dengan melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Pelepasan berlangsung pada Selasa (13/1/2026) dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang akan menjalankan pengabdian di Malaysia.
Tiga mahasiswa angkatan ke-14 KKN Internasional Umsida tersebut adalah Nandella Agitia Gayatri dan Redina Gladys Savira yang ditempatkan di At Tanzil Kayu Ara, Kuala Lumpur, serta Desi Noviyanti yang akan melaksanakan KKN di SB Banting, Selangor. Selama sekitar satu bulan, terhitung mulai 21 Januari, mahasiswa akan berfokus pada kegiatan pembelajaran di sekolah dan sanggar belajar.
Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Umsida, Septi Budi Sartika, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini. Ia menegaskan bahwa peserta KKN internasional merupakan mahasiswa terbaik hasil seleksi ketat.
“Kalian masuk dalam 70 mahasiswa terbaik dari 550 pendaftar. Selamat ber-KKN, semoga diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Umsida, Sigit Hermawan, berharap mahasiswa mampu membawa nama baik Umsida sekaligus memperoleh pengalaman berharga.
“Semoga mahasiswa bisa membawa nama baik Umsida, memperoleh ilmu dan pengalaman yang akan dibawa seumur hidup. Terima kasih juga kepada orang tua yang telah mengizinkan putra-putrinya mengikuti KKN internasional,” tuturnya.
KKN Harus Memberi Dampak Nyata
Rektor Umsida, Hidayatulloh, dalam arahannya menekankan bahwa KKN Internasional bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan ruang pengabdian yang harus memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kuliah kerja nyata itu harus benar-benar nyata. Apa yang dilakukan mahasiswa harus bisa dilihat, dirasakan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan perubahan, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, maupun nilai-nilai sikap. Rektor juga menekankan pentingnya integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam seluruh aktivitas KKN.
“Nilai AIK tidak harus disampaikan melalui ceramah, tetapi dapat diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran dan kegiatan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar peserta didik yang akan didampingi merupakan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan memberi dampak psikologis dan motivasi yang kuat.
“Kehadiran kalian bisa menjadi udara segar. Anak-anak kita di sana membutuhkan perhatian, motivasi, dan inspirasi,” imbuhnya.
Rektor juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan KKN Internasional untuk membangun jejaring, memperkaya pengalaman lintas budaya, serta mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk tulisan dan konten media.
“Tuliskan pengalaman baik selama KKN. Itu bagian dari dakwah, dokumentasi digital, dan jejak internasional yang berguna untuk masa depan,” pesannya.
Motivasi Mahasiswa dan Program KKN
Salah satu peserta KKN Internasional, Redina Gladys Savira, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini bermula dari informasi yang disampaikan program studi pada November lalu. Ia termotivasi untuk memperluas pengalaman dan wawasan melalui pengabdian di luar negeri.
“Pengalaman di luar negeri pasti memberi banyak pelajaran yang bisa saya terapkan saat kembali ke Indonesia,” ungkapnya.
Redina menjelaskan bahwa proses seleksi meliputi tahap administrasi dan wawancara daring bersama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa langsung dibagi ke dalam kelompok kecil.
“Setelah pengumuman, kami langsung mendapat penempatan dan partner KKN. Satu kelompok terdiri dari dua mahasiswa Indonesia,” jelasnya.
Adapun program yang dijalankan berfokus pada literasi digital serta pengenalan budaya Indonesia bagi anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia.
“Kami menjalankan program literasi digital dan pengenalan budaya Indonesia. Ini sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya,” kata Redina.
Be the first to comment