WARTAPTM.ID, SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa rocket stove sebagai solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan di desa lokasi pengabdian.
Program ini dijalankan di dua wilayah, yakni Desa Simpang, Kecamatan Prambon oleh KKN-T Kelompok 18, serta Desa Mindugading, Kecamatan Tarik oleh KKN-T Kelompok 24 pada pertengahan Juli 2026.
Rocket stove merupakan tungku pembakaran dengan sistem sirkulasi udara yang mampu menghasilkan panas lebih tinggi dengan emisi asap yang lebih rendah dibandingkan pembakaran konvensional.
Koordinator KKN-T Kelompok 18, Ihwan Goddard Chusmintyo, menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari hasil identifikasi masalah lingkungan di Desa Simpang. Pembakaran sampah secara terbuka selama ini menimbulkan asap pekat yang mengganggu kesehatan warga.
“Kami melihat perlunya sistem pembakaran yang lebih aman dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, desain J-tube yang digunakan memungkinkan aliran udara dari bagian bawah tungku mengoptimalkan pembakaran limbah biomassa maupun sampah kering.
Proses tersebut menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, suhu lebih tinggi, serta asap yang jauh lebih minim.
Di Desa Mindugading, pembangunan rocket stove menjadi bagian dari Program PILAR (Pilah Sampah, Lingkungan Asri dan Rapi) yang digagas KKN-T Kelompok 24.
Ketua kelompok, Khoirul Anam, menyebut program ini tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
“Program ini kami rancang untuk membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama Karang Taruna Dusun Gading, mulai dari persiapan material, penyusunan bata, hingga perakitan tungku.
Rocket stove pertama dibangun di Dusun Gading, dan selanjutnya direncanakan pembangunan unit kedua di Dusun Mindu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dukungan warga terlihat dari keterlibatan langsung dalam proses pembangunan hingga penyediaan peralatan kerja.
Koordinator Pemuda Dusun Gading, Kevin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-T Umsida yang dinilai memberikan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan desa.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, tidak hanya dalam program rocket stove tetapi juga kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui inovasi sederhana namun aplikatif ini, mahasiswa Umsida menunjukkan peran nyata perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat budaya kolaborasi antara kampus dan warga desa.
Be the first to comment