Dosen Unismuh Makassar Presentasikan Riset Tata Kelola Masjid di Forum Internasional Kuala Lumpur

Dosen Unismuh Makassar Presentasikan Riset Tata Kelola Masjid di Forum Internasional Kuala Lumpur
Dosen Unismuh Makassar Presentasikan Riset Tata Kelola Masjid di Forum Internasional Kuala Lumpur

WARTAPTM.ID, KUALA LUMPUR — Komitmen internasionalisasi riset di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) kembali ditegaskan melalui partisipasi dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam forum akademik global.

Dosen Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Agusdiwana Suarni, tampil sebagai presenter sekaligus pemimpin sesi (session chair) dalam konferensi internasional yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian 34th Kuala Lumpur International Business, Economics and Law Conference (KLiBEL 34) yang disinergikan dengan Kuala Lumpur Entrepreneur, Education and Social Science Conference (KLEESSC). Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas isu-isu mutakhir di bidang ekonomi dan pendidikan tinggi.

Dalam forum tersebut, Agusdiwana mempresentasikan riset berjudul “Accountability and Financial Management Practices of Mosques: A Comparative Study of Indonesia, Malaysia, Singapore, and Brunei Darussalam.”

Penelitian ini mengkaji praktik akuntabilitas dan pengelolaan keuangan masjid di empat negara Asia Tenggara, dengan fokus pada penguatan tata kelola keuangan sosial Islam.

Kajian ini menjadi relevan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan profesionalitas dalam pengelolaan lembaga keagamaan, khususnya masjid sebagai pusat aktivitas umat.

“Riset ini diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap penguatan tata kelola keuangan masjid yang lebih akuntabel, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Selain mempresentasikan riset, Agusdiwana juga dipercaya sebagai session chair dalam salah satu sesi paralel. Peran ini menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik dosen PTMA di tingkat internasional.

Ia menilai bahwa keterlibatan dalam forum global menjadi ruang strategis untuk memperluas perspektif keilmuan, khususnya dalam pengembangan ekonomi Islam yang responsif terhadap tantangan kontemporer.

“Forum internasional seperti ini sangat penting untuk memperkaya wawasan dan membangun jejaring akademik lintas negara, terutama dalam merespons dinamika ekonomi global,” ungkapnya.

Partisipasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi, khususnya pada aspek riset dan publikasi ilmiah.

Be the first to comment

Leave a Reply