WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Pusat Prestasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PUSPRESMA PTMA) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menyelenggarakan Lomba Poster Pascasarjana PTMA Tahun 2026. Kompetisi yang digelar secara daring ini diikuti oleh 35 peserta dari 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.
Mengusung tema “Will Indonesia Still Be Home in 2045? Exo-Social Anxiety and the Future of Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa pascasarjana untuk menghadirkan gagasan inovatif dalam merespons berbagai tantangan strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui media poster ilmiah, para peserta menyampaikan ide-ide kreatif yang mencakup isu sosial, kesehatan, teknologi, lingkungan, hingga pembangunan nasional. Kompetisi ini sekaligus menegaskan peran PTMA dalam mendorong kontribusi keilmuan yang solutif dan berdampak bagi masyarakat.
Ketua Puspresa PTMA, Fatimah Sari Siregar, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan kolaboratif di lingkungan PTMA.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat budaya riset dan kreativitas mahasiswa pascasarjana, sekaligus mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujarnya.
Pelaksanaan lomba berlangsung dalam dua tahapan, yakni seleksi administrasi dan penilaian karya poster, dilanjutkan dengan presentasi finalis di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas, substansi keilmuan, inovasi, relevansi tema, serta kualitas visualisasi.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Zuly Qodir, menegaskan bahwa poster ilmiah menjadi salah satu medium efektif dalam mengomunikasikan hasil penelitian kepada publik secara lebih luas.
Ia mendorong mahasiswa pascasarjana untuk terus mengembangkan riset yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penelitian tidak boleh berhenti pada laporan akademik, tetapi harus dikomunikasikan secara luas agar memberi manfaat dan menjadi bagian dari solusi pembangunan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Forum Sekolah Pascasarjana Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (FOSMA PTMA), Ihwan Susila, menekankan pentingnya penguatan budaya penelitian sebagai fondasi utama dalam membangun daya saing global PTMA.
Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem akademik yang unggul dan berkelanjutan.
Acara ini juga mendapat dukungan dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah yang menilai kompetisi ilmiah sebagai bagian dari strategi mencetak sumber daya manusia unggul berbasis riset dan inovasi.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang dari dua klaster, yakni Ilmu Sosial, Hukum, dan Humaniora serta Ilmu Kesehatan, Teknik, dan Eksakta. Penetapan pemenang didasarkan pada kualitas gagasan, kebaruan ide, serta relevansi solusi terhadap tema yang diangkat.
Melalui kegiatan ini, PTMA menegaskan komitmennya dalam membangun generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan bangsa.
Lomba Poster Pascasarjana PTMA 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang kreatif, adaptif, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkelanjutan, dan berkeadaban menuju tahun 2045.
Be the first to comment