Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan karakter mahasiswa melalui penyelenggaraan Pemilihan Duta Kampus 2026. Ajang ini menjadi puncak dari rangkaian panjang seleksi mahasiswa yang diproyeksikan sebagai representasi institusi di ruang akademik maupun publik.
Sebanyak 30 finalis dari berbagai fakultas tampil pada grand final yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Sabtu (17/1/2026). Para finalis tersebut sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat, pembekalan, serta masa karantina hampir tiga bulan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Nenny, yang hadir mewakili Rektor Unismuh Makassar. Ia menilai Pemilihan Duta Kampus sebagai ruang strategis untuk membentuk mahasiswa berintegritas dan berdaya saing.
Ketua Panitia Grand Final Duta Kampus Unismuh 2026, Amal, menegaskan bahwa ajang ini tidak semata-mata menilai penampilan luar. Menurutnya, Duta Kampus dipersiapkan sebagai wajah institusi yang mampu membawa nilai, etika, dan identitas Unismuh Makassar di berbagai forum.
“Duta Kampus bukan hanya tentang persona atau penampilan, tetapi tentang proses pembinaan mahasiswa agar mampu merepresentasikan nilai dan karakter kampus,” ujarnya.
Amal menjelaskan, proses seleksi dimulai sejak akhir Desember 2025 dengan jumlah pendaftar mencapai 49 mahasiswa. Setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara umum, panitia menetapkan 30 finalis untuk mengikuti masa karantina.
Selama sepekan, sejak 7 hingga 17 Januari 2026, para finalis mendapatkan pembekalan intensif meliputi public speaking, personal branding, keorganisasian, serta wawancara mendalam untuk mengukur kepribadian dan kemampuan berbahasa Inggris.
Ketua Umum Komunitas Duta Kampus Unismuh Makassar, Abdurrahman Fatir Al Mubarak, menyampaikan bahwa pemilihan ini dirancang untuk melahirkan mahasiswa unggul secara menyeluruh, baik dari sisi intelektual, moral, maupun keberanian tampil di ruang publik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Unismuh Makassar tidak hanya berpenampilan baik, tetapi juga berintelektualitas, berakhlak, dan siap menjadi representasi kampus,” tuturnya.
Ia menambahkan, seluruh finalis merupakan mahasiswa terbaik dari fakultas dan program studi masing-masing. Selama satu tahun masa tugas, Duta Kampus terpilih diharapkan aktif berkontribusi dalam berbagai agenda akademik dan nonakademik sebagai duta institusi.
Dalam sambutannya, Nenny menekankan bahwa Pemilihan Duta Kampus merupakan momentum penting dalam penguatan karakter, kepemimpinan, dan integritas mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa peran Duta Kampus tidak boleh berhenti pada simbol semata.
“Duta Kampus harus hadir sebagai mahasiswa yang aktif dalam kompetisi akademik, penelitian, serta promosi kampus, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi meningkatnya antusiasme mahasiswa dalam mengikuti Pemilihan Duta Kampus Unismuh Makassar 2026. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesadaran generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi bagi kemajuan institusi.
Grand final menampilkan sejumlah tahapan penilaian, mulai dari orasi pada sesi Top 10 hingga sesi tanya jawab Top 5, sebelum dewan juri menetapkan pemenang. Seluruh rangkaian dirancang untuk mengukur kecakapan komunikasi, keluasan wawasan, serta kepribadian para finalis.
Melalui ajang ini, Unismuh Makassar berharap Duta Kampus terpilih mampu menjadi agen perubahan yang membawa citra positif universitas, sekaligus memperkuat peran kampus dalam pengembangan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.
Be the first to comment