Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus memperluas jejaring internasional melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program luar negeri. Salah satunya diwujudkan lewat partisipasi mahasiswa dalam program magang internasional di Thailand Selatan.
Adalah Moch. Jakariyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Umsida, yang berkesempatan mengikuti program magang di Lukmanulhakeem School, Yala, Thailand Selatan. Program ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Association of Thailand (MAT) dan berlangsung selama tiga bulan, mulai Januari hingga Maret 2026.
Program magang tersebut menjadi ruang belajar sekaligus tantangan baru bagi Jakariyah untuk mengasah kemampuan mengajar, memperluas jejaring profesional, serta merasakan langsung atmosfer pendidikan di luar negeri.
Mengajar di Sekolah Dasar Thailand Selatan
Kegiatan magang Jakariyah resmi dimulai pada 15 Januari 2026. Ia dipercaya mengajar siswa sekolah dasar kelas 4 hingga 6 di SD Lukmanulhakeem yang berada di Kecamatan Yaha, Provinsi Yala.
“Kegiatan utama saya adalah mengajar anak-anak SD kelas 4 sampai 6. Ini menjadi tantangan tersendiri sekaligus kesempatan luar biasa untuk mengembangkan keterampilan mengajar,” ungkapnya.

Selama menjalani magang, Jakariyah tidak bekerja sendiri. Ia berkesempatan berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Negeri Malang yang juga bertugas di sekolah tersebut. Interaksi lintas kampus ini memberinya banyak pelajaran, terutama terkait adaptasi dalam lingkungan pendidikan yang berbeda.
“Saya banyak belajar dari mereka, khususnya tentang cara beradaptasi dengan sistem pendidikan di sini. Itu sangat membantu proses mengajar saya,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada kegiatan mengajar, program ini juga membuka wawasan Jakariyah tentang kehidupan sosial dan budaya masyarakat Thailand Selatan.
Proses Persiapan dan Adaptasi Mengajar
Untuk dapat mengikuti program magang internasional ini, Jakariyah harus melalui serangkaian tahapan seleksi dan persiapan. Salah satunya adalah tes yang diselenggarakan oleh program studi sebagai tahap awal penjaringan peserta.
“Tes dari prodi menjadi tahap pertama yang harus saya lewati sebelum dinyatakan lolos mengikuti program ini,” tuturnya.

Setelah itu, ia mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi, perlengkapan pribadi, serta kesiapan mental dan akademik sebelum keberangkatan. Menurutnya, perbedaan sistem pendidikan menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan adaptasi.
“Dengan sistem pendidikan yang berbeda, saya harus menyesuaikan metode mengajar yang mungkin tidak sama seperti di Indonesia,” ujar anggota Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (Hima PBI) tersebut.
Pengalaman ini, menurutnya, menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi dinamika mengajar di lingkungan internasional.
Bekal Pengalaman dan Relasi Internasional
Mengikuti program magang di luar negeri memberikan banyak manfaat bagi Jakariyah, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri. Selain meningkatkan kompetensi mengajar, ia juga memperoleh relasi baru yang berpotensi mendukung kariernya di masa depan.
“Selain pengalaman, saya juga mendapatkan banyak relasi yang bisa menjadi bekal untuk karier saya ke depan,” katanya.
Ia berharap pengalaman mengajar di Thailand dapat menjadi modal penting untuk terus berkembang sebagai pendidik yang adaptif dan berwawasan global.
“Saya ingin menyerap sebanyak mungkin pengalaman, terutama dalam hal mengajar. Ini akan sangat berguna, baik untuk dunia pendidikan di Indonesia maupun di luar negeri,” pungkasnya.
Program magang internasional ini sekaligus memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan peluang pendidikan global, serta memotivasi mahasiswa Umsida untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kontribusi di bidang pendidikan.
Be the first to comment