Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Wisuda Periode II Januari 2026 pada Sabtu (31/1/26) di Jogja Expo Center.Prosesi wisuda ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga awal tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk mengabdi di tengah masyarakat.
Pada momentum tersebut, UAD turut memberikan penghormatan khusus kepada wisudawan anumerta, Dharu Aulia Rahman, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Almarhum semasa hidup dikenal sebagai penerima Beasiswa Karya di Fakultas Kedokteran serta aktif dalam gerakan lingkungan melalui Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan.
Salah satu momen yang paling menyentuh dalam prosesi wisuda adalah pidato wisudawan terbaik yang disampaikan oleh Abdee Firman Al Rasyid, lulusan Program Studi Sastra Inggris. Dalam pidatonya, Abdee menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal perjalanan hidup yang menuntut integritas dan keberanian dalam memegang nilai.
Menurut Abdee, proses belajar di UAD tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup yang membentuk karakter mahasiswa. Ia menuturkan bahwa perjalanan akademik sarat dengan proses jatuh bangun, dinamika pertemanan, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi meraih mimpi.
“Di kampus ini, kami belajar dari kegagalan, dari pertemanan yang menguatkan, dari pengorbanan terhadap mimpi, hingga keberanian melangkah ke ruang-ruang yang asing,” ungkapnya.
Abdee menegaskan bahwa untuk meraih cita-cita yang tinggi, seseorang membutuhkan akar nilai yang kuat. Ia menyebut Universitas Ahmad Dahlan sebagai tempat tumbuhnya akar tersebut—yang membentuk karakter, integritas, dan keberanian para lulusannya.
Dalam pidatonya, Abdee juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada dosen dan tenaga kependidikan UAD. Ia menilai keberhasilan wisudawan hari ini tidak terlepas dari kesabaran, doa, dan kepercayaan para pendidik yang terus membersamai mahasiswa, bahkan saat mereka belum sepenuhnya percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
Penghormatan juga ia sampaikan kepada para orang tua yang menjadi sumber kekuatan utama melalui doa, perjuangan, dan cinta tanpa syarat di balik keberhasilan para wisudawan.
Menutup pidatonya, Abdee mengajak seluruh lulusan UAD untuk senantiasa membawa nama almamater dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai capaian pribadi, tetapi harus menjadi jalan untuk menebar kebermanfaatan, menjunjung integritas, dan menghadirkan keberanian dalam kehidupan bermasyarakat.
Be the first to comment