Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keilmuan yang selama ini menjadi ciri khas Muhammadiyah. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah wilayah Kedu Raya yang digelar di Auditorium Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kedu Raya, meliputi Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, hingga Kebumen. Selain menjadi forum penguatan nilai-nilai keislaman, pengajian ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah tersebut.
Dalam tausiyahnya, Dzulfikar menegaskan bahwa dalam tradisi Muhammadiyah, ilmu pengetahuan menempati posisi yang sangat tinggi, bahkan sering kali lebih dihargai dibandingkan jabatan publik.
“Di Muhammadiyah itu, jabatan publik tidak terlalu diunggulkan. Di luar acara resmi, kalau belum profesor jangan berharap duduk di depan. Seperti itulah kecintaan Muhammadiyah terhadap ilmu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat belajar merupakan bagian penting dari karakter warga Muhammadiyah. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan perhiasan sejati bagi seseorang yang terus berusaha menuntut ilmu.
“Ta’allam fainnal ‘ilma zainun liahlihi, kita harus terus belajar karena kita sadar bahwa ilmu adalah perhiasan sejati bagi orang yang memilikinya,” lanjutnya.
Dzulfikar juga menegaskan bahwa kecintaan terhadap ilmu merupakan warisan pemikiran dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menjadikan pengembangan keilmuan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang tercerahkan.
“Kyai Ahmad Dahlan sangat menaruh perhatian besar pada keilmuan. Dalam terminologi Muhammadiyah, ‘aliman bukan sekadar orang yang pintar, tetapi mereka yang mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, Dzulfikar menyampaikan bahwa Pengajian Ramadan merupakan agenda yang selalu dinantikan oleh warga Muhammadiyah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian sosial, kepekaan terhadap sesama, serta semangat persatuan dan kebersamaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya UNIMMA menghadirkan kampus sebagai ruang silaturahmi sekaligus pusat pengembangan ilmu, dakwah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Be the first to comment