Unismuh Makassar Lepas Dosen Studi Doktoral ke Malaysia, Perkuat SDM dan Budaya Riset

Unismuh Makassar Lepas Dosen Studi Doktoral ke Malaysia, Perkuat SDM dan Budaya Riset
Unismuh Makassar Lepas Dosen Studi Doktoral ke Malaysia, Perkuat SDM dan Budaya Riset

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Komitmen dalam penguatan kualitas sumber daya manusia akademik terus ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar). Kampus ini resmi melepas tujuh dosen untuk melanjutkan studi doktoral di Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Sabtu (4/4/2026), di Ruang Senat Gedung Iqra.

Program studi lanjut ini menjadi bagian dari strategi institusional dalam meningkatkan kapasitas dosen, khususnya untuk mendukung mutu pembelajaran, penguatan riset, serta produktivitas publikasi ilmiah.

Para dosen yang diberangkatkan berasal dari berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Teknik (FT). Kehadiran mereka di program doktoral internasional diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan akademik di unit masing-masing.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa pengiriman dosen ke luar negeri bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu perguruan tinggi.

Menurutnya, pemilihan UMAM didasarkan pada keselarasan antara atmosfer akademik internasional dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi karakter Unismuh.

“Para dosen ini diharapkan tidak hanya kembali dengan gelar akademik yang lebih tinggi, tetapi juga membawa pengalaman intelektual, tradisi riset, dan jejaring global yang dapat memperkaya kehidupan akademik kampus,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa transformasi perguruan tinggi sangat bergantung pada kualitas SDM, sehingga investasi pada studi lanjut dosen harus terus diperkuat.

Dorong Penguatan Budaya Riset

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Andi Sukri Syamsuri, menilai keberangkatan dosen ini akan berdampak langsung terhadap penguatan kultur akademik, khususnya dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

“Unismuh membutuhkan lebih banyak dosen dengan kekuatan riset, kapasitas akademik yang matang, serta jejaring ilmiah yang luas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah dosen bergelar doktor merupakan prasyarat penting dalam membangun ekosistem akademik yang kokoh dan berdaya saing.

Dalam konteks pendidikan tinggi saat ini, perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam pembelajaran, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya ilmiah dan inovasi. Oleh karena itu, studi doktoral menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjawab tuntutan tersebut.

Melalui program ini, Unismuh Makassar berharap fondasi akademik kampus akan semakin solid dalam beberapa tahun ke depan. Kehadiran lebih banyak doktor diharapkan menjadi energi baru bagi peningkatan kualitas pembelajaran, riset, serta inovasi di tingkat universitas.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah transformasi Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan global, tetapi juga konsisten dalam memperkuat identitas keilmuan dan nilai-nilai kemuhammadiyahan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*