WARTAPTM.ID, SIDOARJO – Upaya internasionalisasi terus diperkuat oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui penerimaan kunjungan delegasi Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia, pada Selasa (7/4/2026) di Kampus 1 Umsida.
Mengusung tema Enhancing Academic Excellence and International Networking, pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang riset, pertukaran akademik, dan pengembangan program bersama.
Rektor Umsida, Hidayatulloh, menegaskan bahwa Umsida terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi kelembagaan maupun akademik. Ia menyebut, dari ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Umsida termasuk dalam jajaran kampus berpredikat unggul.
Selain itu, sejak 2025 Umsida telah masuk dalam klaster mandiri—kategori tertinggi dalam pemetaan perguruan tinggi di Indonesia. Status ini membuka peluang lebih luas dalam akses hibah riset serta kerja sama strategis dengan mitra nasional dan internasional.
“Kehadiran UTAR menjadi energi baru bagi kami untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam riset, pengabdian, publikasi, dan pengembangan kelembagaan,” ujarnya.
Tiga Fokus Kolaborasi UTAR
Delegasi UTAR yang dipimpin Choong Yuen Onn menyampaikan apresiasi atas sambutan dari Umsida sekaligus memaparkan tiga fokus utama kerja sama yang ditawarkan.
Pertama, student mobility, yang mencakup program pertukaran mahasiswa, study tour, program bahasa Inggris, hingga magang internasional.
Kedua, pengabdian masyarakat melalui New Village Project, yang berfokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan komunitas.
Ketiga, academic exchange, meliputi kolaborasi riset, pertukaran dosen, program dual degree, webinar, hingga pengembangan Massive Open Online Courses (MOOC).
Selain itu, UTAR juga menawarkan berbagai bidang prioritas kerja sama seperti keberlanjutan, pengembangan sumber daya manusia, teknologi, kesehatan, hingga hubungan internasional.
Menurut Prof. Choong, kerja sama dapat dimulai dari penyelarasan topik riset antar perguruan tinggi. Ia bahkan membuka peluang kolaborasi multilateral yang melibatkan lebih dari dua universitas dalam satu proyek penelitian.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kualitas riset sekaligus memperluas dampak kolaborasi di tingkat global.
Umsida Siapkan Tiga Bidang Unggulan
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Umsida, Hana Catur Wahyuni, menyampaikan bahwa Umsida telah menyiapkan sejumlah bidang unggulan untuk dikolaborasikan.
Tiga fokus utama tersebut, yakni energi terbarukan, sustainability (keberlanjutan), dan digitalisasi
Ketiga bidang ini telah terintegrasi dalam berbagai riset lintas sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Umsida juga tengah mengembangkan riset berbasis pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terbuka untuk kolaborasi internasional.
“Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui diskusi teknis antar dosen, sehingga kolaborasi konkret bisa segera terwujud,” jelasnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara Umsida dan UTAR. Dengan sinergi yang terbangun, kedua institusi diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata di tingkat global.
Be the first to comment