Learning Express Universitas Muhammadiyah Makassar–Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Global Mahasiswa

Learning Express Universitas Muhammadiyah Makassar–Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Global MahasiswaLearning Express Universitas Muhammadiyah Makassar–Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Global Mahasiswa
Learning Express Universitas Muhammadiyah Makassar–Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Global Mahasiswa, (8/4/2026).

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Program Learning Express kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Singapore Polytechnic kembali menegaskan pentingnya pengalaman internasional dalam membentuk kapasitas mahasiswa. Penutupan kegiatan ini berlangsung di Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Rabu (8/4/2026).

Program ini menjadi wujud nyata pembelajaran lintas budaya yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung di tengah masyarakat.

Ketua panitia, Wildhan Burhanuddin, menjelaskan bahwa program ini dipersiapkan selama enam bulan dengan melibatkan puluhan mahasiswa dari kedua institusi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Pangkep tersebut mengusung pendekatan design thinking, di mana mahasiswa ditantang untuk merancang solusi atas persoalan nyata masyarakat sekaligus memahami konteks sosial secara langsung.

Ketua LP3M Unismuh, Arief Muhsin, menekankan bahwa Learning Express bukan hanya agenda akademik, tetapi juga ruang bertemunya nilai kemanusiaan, persahabatan, dan kolaborasi global.

Ia menilai pengalaman tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat lokal memberikan pembelajaran yang jauh melampaui capaian akademik.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dari proyek, tetapi juga merasakan langsung kehidupan sosial dan membangun keterikatan emosional,” ujarnya.

Selain itu, program ini juga membuka ruang eksplorasi potensi lokal sebagai sumber inovasi yang dapat dikembangkan secara kolaboratif oleh mahasiswa lintas negara.

Bangun Perspektif Global Dorong Internasionalisasi Kampus

Dari pihak Singapore Polytechnic, fasilitator M. Tienga Rajan menilai pengalaman ini memberi pemahaman baru bagi mahasiswa tentang kehidupan sosial masyarakat.

Senada dengan itu, Project Manager Nurul Ain menegaskan bahwa nilai utama program terletak pada proses pembelajaran, bukan semata hasil akhir.

Menurutnya, interaksi lintas budaya menjadi fondasi penting dalam membangun perspektif global sekaligus empati sosial mahasiswa.

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Burhanuddin, menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi kampus.

Ia menilai keterlibatan langsung mahasiswa dengan mitra luar negeri menjadi bukti konkret kapasitas global yang terus dibangun oleh Unismuh.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dokumentasi program sebagai bagian dari penguatan institusi, termasuk dalam mendukung proses akreditasi.

Menurutnya, model Learning Express dapat menjadi praktik baik dalam pengabdian masyarakat yang terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata.

Unismuh Makassar berharap kerja sama ini tidak berhenti pada program jangka pendek, melainkan berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kampus yang lebih terbuka, adaptif, dan berdaya saing global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*