STIKES Husada Borneo Resmi Bergabung ke Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem PTMA

STIKES Husada Borneo Resmi Bergabung ke Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem PTMA
Penandatanganan akta notaris alih kelola STIKES Husada Borneo dari Yayasan Husada Borneo ke Persyarikatan Muhammadiyah, (10/4/2026).

WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Langkah strategis penguatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) kembali dilakukan melalui alih kelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Husada Borneo dari Yayasan Husada Borneo kepada Persyarikatan Muhammadiyah.

Proses alih kelola tersebut ditandai dengan penandatanganan akta notaris yang berlangsung di Kantor Notaris Winahyu Erwiningsih, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat, 10 April 2026. Dalam prosesi tersebut, Persyarikatan Muhammadiyah diwakili oleh Khudzaifah Dimyati dan Harun Joko Prayitno sebagai utusan dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Alih kelola ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan kelembagaan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan, di bawah naungan Muhammadiyah yang telah lama dikenal memiliki ekosistem pendidikan yang kuat dan terintegrasi.

Perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Khudzaifah Dimyati, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkemajuan.

“Alih kelola ini bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas dan tata kelola perguruan tinggi agar lebih adaptif dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam pengembangan institusi ke depan.

“Kami berharap STIKES Husada Borneo dapat tumbuh dalam ekosistem PTMA yang menjunjung tinggi integritas akademik, penguatan riset, serta pengabdian yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Pembina Yayasan Husada Borneo, Nor Wahidah, menyampaikan penjajakan hingga realisasi alih kelola ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperluas jejaring akademik.

“Penjajakan alih kelola ini merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas institusi serta memperluas jejaring akademik,” tambahnya.

Nor Wahidah juga menilai bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi.

“Muhammadiyah adalah organisasi besar dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan. Kami berharap, dengan bergabung dalam sistem Muhammadiyah, STIKES Husada Borneo dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Alih kelola ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dengan bergabungnya STIKES Husada Borneo ke dalam ekosistem PTMA, langkah ini sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi di sektor pendidikan kesehatan serta memperkuat jaringan institusi pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*