WARTAPTM.ID, JEMBER – Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali meneguhkan capaian akademiknya dengan mengukuhkan Dwi Cahyono, sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan, Selasa (14/4/2026).
Dalam Rapat Terbuka Senat tersebut, Prof. Dwi menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Sebuah Eksplorasi Model Konseptual bagi Pemula”. Ia menekankan bahwa praktik akuntansi tidak semata berbicara soal angka, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh aspek manusia.
Menurutnya, pendekatan akuntansi konvensional yang cenderung kaku perlu dilengkapi dengan perspektif perilaku. Akuntansi keperilakuan hadir sebagai bidang multidisipliner yang menggabungkan akuntansi, psikologi, dan ekonomi perilaku untuk memahami bagaimana bias kognitif, emosi, serta faktor sosial memengaruhi pengambilan keputusan keuangan.
Dalam paparannya, Dwi mengungkap hasil kajian bibliometrik terhadap perkembangan riset global selama lebih dari lima dekade. Ia menemukan bahwa minat terhadap akuntansi keperilakuan meningkat signifikan pasca krisis keuangan global 2008, yang membuka kesadaran bahwa kegagalan sistem keuangan kerap dipicu oleh perilaku irasional dan praktik tidak etis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus riset di bidang ini terus berkembang. Dari yang semula menitikberatkan pada akuntansi manajemen dan audit, kini bergeser ke isu etika, pengambilan keputusan, hingga tema-tema kontemporer seperti keberlanjutan, ESG, perilaku investor, dan dinamika sosial dalam ekonomi modern.
“Akuntansi keperilakuan bukan sekadar angka, tetapi tentang memahami manusia di balik keputusan keuangan,” tegasnya.
Sebagai arah ke depan, Dwi mendorong penguatan riset yang mengintegrasikan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data, serta pentingnya memperluas studi di negara berkembang. Ia juga menekankan urgensi pendekatan psikologis dalam mendeteksi kecurangan serta memperkuat sistem perlindungan pelapor (whistleblower).
Pengukuhan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan akuntansi sekaligus mendorong praktik keuangan yang lebih transparan, etis, dan berorientasi pada pemahaman perilaku manusia.
Be the first to comment