WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan Global Lecture bersama Chung Shan Medical University, Taiwan, pada 25 Mei 2026 di Amphitheater A Fakultas Kedokteran UAD.
Kegiatan bertajuk “Global Challenges in Public Health: Culture, Communication and Community Well-being” ini menjadi ruang kolaboratif lintas negara dalam membahas isu-isu strategis kesehatan masyarakat global yang semakin kompleks.
Rektor UAD, Muchlas, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Chung Shan Medical University. Ia menegaskan bahwa forum akademik semacam ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran delegasi Chung Shan Medical University. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama akademik serta memperluas pertukaran pengetahuan di antara kedua institusi,” ujarnya.
Sesi pertama menghadirkan Prof Elli Nur Hayati, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD yang membahas “Psycho-Medico-Legal Responses to Intimate Partner Violence (IPV) in Indonesia”. Ia menyoroti bahwa kekerasan dalam relasi pasangan intim bukan sekadar persoalan domestik, melainkan isu kesehatan publik global yang memerlukan pendekatan multidisipliner.
Menurutnya, penanganan IPV harus melibatkan respons terpadu dari aspek psikologis, medis, hingga hukum guna memberikan perlindungan komprehensif bagi korban.
Selanjutnya, mahasiswa Chung Shan Medical University, Tzu-Yu Huang, memaparkan perspektif mengenai tekanan interpersonal dalam budaya kolektivisme. Ia menjelaskan bagaimana relasi sosial dalam masyarakat kolektif dapat memunculkan bentuk-bentuk tekanan sosial yang kompleks, meskipun dibingkai dalam nilai kepedulian dan kebersamaan.
Materi lain disampaikan oleh Ling-Xuan Wu yang mengulas kebijakan dan respons kesehatan masyarakat di Taiwan. Dalam paparannya, turut disinggung perkembangan riset terkini, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan emosional, sebagaimana dikembangkan oleh Prof. Hao-Jan Yang.
Pada sesi berikutnya, Prof Hao-Jan Yang selaku Direktur Department of Public Health Chung Shan Medical University membahas isu “Intimate Partner Violence among Immigrants: IPV in Taiwan”. Ia menguraikan tantangan yang dihadapi kelompok imigran serta pendekatan berbasis kesehatan masyarakat dalam penanganan kasus kekerasan pasangan intim di Taiwan.
Melalui kegiatan ini, UAD dan Chung Shan Medical University tidak hanya memperkuat kemitraan akademik internasional, tetapi juga membuka ruang dialog ilmiah mengenai tantangan kesehatan masyarakat global yang dipengaruhi oleh faktor budaya, komunikasi, dan dinamika sosial.
Be the first to comment