WARTAPTM.ID, CIREBON — Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menandai langkah strategis pengembangan kampus melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung KHA Dahlan Tower setinggi 20 lantai. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pengajian serta peluncuran pembangunan yang digelar pada Kamis (7/5).
Rektor UMC, Arif Nurudin, menyampaikan bahwa pembangunan gedung tersebut menjadi bagian dari visi besar UMC dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Kami menargetkan pada 2027 UMC dapat mencapai kategori unggul. Setelah itu, kami juga merencanakan pembukaan Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari pengembangan institusi,” ujarnya.
Gedung KHA Dahlan Tower dirancang tidak hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan akademik baru. Arif menjelaskan bahwa gedung ini akan mendukung pembukaan empat program studi baru, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, Psikologi, dan Bimbingan Konseling.
Selain fungsi akademik, gedung tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Pada lantai 19, UMC merancang ruang terbuka berupa pusat kuliner (food court) yang sekaligus menjadi wadah pemberdayaan UMKM.
“Di lantai 19 akan tersedia ruang makan dengan konsep terbuka, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Ciremai dan Laut Jawa,” jelasnya.
Sementara itu, lantai 20 direncanakan menjadi observatorium yang difungsikan sebagai pusat penelitian sekaligus sarana wisata edukasi berbasis sains.
“Observatorium ini nantinya akan kami kembangkan bersama sekolah-sekolah sebagai pusat pembelajaran astronomi dan objek wisata edukasi,” tambahnya.
Pembangunan ini turut mendapat perhatian dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya komitmen serius dalam memajukan pendidikan dan bangsa.
“Muhammadiyah tidak boleh bekerja setengah-setengah. Jangan lalai, jangan abai, dan jangan terlena. Kita harus terus bergerak maju untuk memajukan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak semata diukur dari pembangunan fisik, melainkan dari kontribusinya dalam melahirkan generasi unggul dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kemajuan perguruan tinggi Muhammadiyah harus diukur dari kemampuannya memperkuat ilmu pengetahuan dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” ujarnya.
Melalui pembangunan KHA Dahlan Tower ini, UMC meneguhkan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, inovatif, dan berkemajuan, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Be the first to comment