WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyelenggarakan Darul Arqam Angkatan IV sebagai upaya strategis memperkuat ideologi, kompetensi, dan karakter kader Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar pada Kamis (21/5) ini diikuti 114 peserta dari unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, hingga program studi dan gugus kendali mutu.
Ketua Panitia, Akbar Ramli, menjelaskan bahwa Darul Arqam berlangsung selama empat hari, 21–24 Mei 2026, dengan melibatkan instruktur dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
“Peserta terdiri dari pimpinan universitas hingga pimpinan fakultas dan lembaga yang belum mengikuti gelombang sebelumnya, termasuk pimpinan program studi dan GKM fakultas,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Balai Sidang Muktamar dan dilaksanakan sesuai dengan sistem perkaderan Muhammadiyah. Panitia juga mengintegrasikan konsep ramah lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah selama kegiatan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berlangsung minim limbah dan memberi nilai tambah bagi lingkungan kampus,” tambahnya.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Mawardi Pewangi, menegaskan bahwa Darul Arqam tidak hanya menjadi ruang penguatan ideologi, tetapi juga sarana membangun budaya Islami dan mempererat hubungan antar-sivitas akademika.
“Darul Arqam ini pada hakikatnya adalah silaturahim, saling mengingatkan, saling memotivasi, dan saling memajukan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rencana pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan instruktur nasional serta Baitul Arqam bagi tenaga layanan sebagai bagian dari penguatan nilai keislaman dan budaya kerja.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan SDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menekankan pentingnya Darul Arqam dalam membentuk kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.
“Muhammadiyah ingin melahirkan intelektual organik yang hadir memberi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan perguruan tinggi harus diimbangi dengan penguatan nilai ideologis dan spiritual.
“Kemajuan itu jangan sampai kosong. Harus diisi dengan jiwa, spirit, dan ideologi,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ambo Asse, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan agenda strategis Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi unggul.
“Kita semua memiliki tanggung jawab dalam proses kaderisasi. Tidak hanya pimpinan tertentu, tetapi seluruh unsur harus terlibat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kader mencakup aspek keilmuan, keislaman, serta kemampuan sosial yang adaptif di tengah dinamika masyarakat.
Sebagai penanda dimulainya kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis peserta kepada Master of Training, Imam Sumarlan, yang dilanjutkan dengan penyematan kartu identitas peserta.
Be the first to comment