WARTAPTM.ID, SINJAI — Program Pascasarjana Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai menggelar Seminar Internasional secara virtual dengan melibatkan empat negara, yakni Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Indonesia, pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini melibatkan narasumber dari empat negara, yakni Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Seminar tersebut mengangkat tema respons Islam terhadap persoalan sosial kontemporer dari berbagai dimensi, meliputi pendidikan, konseling, hukum, dan ekonomi.
Direktur Pascasarjana UIAD Sinjai, Nazaruddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat transformasi menuju kampus berdaya saing global.
Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum ilmiah internasional menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan sivitas akademika sekaligus mempererat jejaring kerja sama lintas negara.
“Seminar ini merupakan bentuk komitmen UIAD dalam mengembangkan kapasitas akademik global, khususnya setelah meraih akreditasi unggul tingkat institusi,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai institusi internasional, antara lain dari Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif komprehensif terkait bagaimana Islam menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat global.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan ini juga menjadi ruang dialog ilmiah yang inklusif dan interdisipliner.
Melalui forum tersebut, Pascasarjana UIAD mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran konstruktif yang mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan keilmuan yang integratif.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan sosial, sekaligus meneguhkan posisi kampus Islam sebagai pusat pengembangan ilmu yang berorientasi pada nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
Be the first to comment