WARTAPTM.ID, SURABAYA – Keberhasilan sebuah cita-cita besar selalu bermula dari tekad dan kemauan yang kuat tanpa batas. Pesan mendalam inilah yang ditekankan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. K.H. Saad Ibrahim, M.A., saat memberikan wejangan kebangsaan dalam prosesi Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Senin (1/6/2026).
Di hadapan 456 wisudawan beserta para tamu undangan, Saad Ibrahim mengangkat kisah yang sangat menyentuh mengenai pentingnya memiliki Al-Iradah Al-Kubra—kemauan atau tekad yang sangat besar,. Kisah ini bermula dari pengalaman pribadinya bersama seorang tetangganya yang berprofesi sebagai kuli bangunan atau tukang batu.
Setiap kali berjumpa, sang kuli batu tersebut selalu mengungkapkan keinginannya untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Saad mengaku, saat itu di dalam hatinya sempat terbersit keraguan. “Saya merasa, kuli saja, tukang saja kok mau kursus bahasa Inggris segala. Ia punya mindset, punya iradah, dan itu pasti Al-Iradah Al-Kubra, kemauan yang sangat besar,” kenangnya,.
Kira-kira empat tahun yang lalu, sang kuli bangunan tersebut wafat tanpa pernah merealisasikan mimpinya untuk kursus bahasa Inggris. Namun, kekuatan Al-Iradah Al-Kubra itu rupanya tidak terputus. Saad baru menyadari letak kekeliruannya meragukan tekad tersebut ketika mengetahui bahwa salah satu anak dari sang kuli bangunan sukses menempuh pendidikan S2 di Jerman—yang pengantarnya mensyaratkan kemahiran bahasa Inggris—dan kini kehidupannya sukses hingga menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Swiss.
“Karena itu, para orang tua, wariskan kepada anak-anak kita Al-Iradah Al-Kubra, kemauan yang tinggi. Andai kata tidak terwujud pada orang tuanya, insyaallah terwujud pada anaknya,” tegas Saad.
Ia sangat memotivasi para lulusan UMSURA agar senantiasa merawat tekad besar tersebut dalam membangun masa depan. Tujuannya bukan sekadar untuk kemuliaan pribadi, melainkan untuk menegakkan kalimat Allah (iklau kalimatillah), melayani umat (khidmatul ummah), serta melayani kemanusiaan secara universal di manapun berada (khidmatunnas jamian fi anha ardillah).
Be the first to comment