WARTAPTM.ID, SERANG – Peringatan Hari Lansia Nasional 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis lanjut usia (lansia) dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Lansia dinilai tidak hanya sebagai kelompok yang perlu dilindungi, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam dakwah kemanusiaan dan perdamaian.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Desri Arwen, saat menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Kesehatan Masyarakat Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Banten, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Milad ‘Aisyiyah ke-109 ini berlangsung di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten dan diikuti oleh lansia, kader ‘Aisyiyah, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Dalam paparannya, Desri menekankan bahwa lansia memiliki potensi besar sebagai agen perdamaian yang mampu memberikan teladan di tengah masyarakat. Namun, peran tersebut perlu didukung dengan kualitas hidup yang baik secara menyeluruh.
“Lansia perlu memiliki kesehatan yang utuh, baik secara intelektual, biologis, fisik, spiritual, maupun finansial. Dengan itu, mereka dapat berkontribusi optimal sebagai pilar perdamaian di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dakwah perdamaian tidak dibatasi oleh usia. Justru pengalaman hidup dan kebijaksanaan yang dimiliki lansia menjadi kekuatan utama dalam membangun harmoni sosial, terutama di tengah kompleksitas tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan Masyarakat PWA Banten, Enong, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lansia Nasional merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus memperkuat peran mereka dalam dakwah kemanusiaan.
“Kami ingin lansia hadir sebagai subjek yang aktif, tidak hanya sebagai penerima manfaat. Mereka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Selain sesi seminar dan dialog, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai agenda pendukung, seperti pemeriksaan kesehatan, senam lansia, serta edukasi mengenai kesehatan mental dan perencanaan keuangan di usia lanjut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.
Keterlibatan Rektor UMT dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam mendukung dakwah kemanusiaan serta pemberdayaan masyarakat lintas generasi sebagai bagian dari misi Islam berkemajuan.
Be the first to comment