WARTAPTM.ID, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di panggung internasional. Putra Tri Ramadani, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berhasil meraih medali emas pada ajang World Climbing Series 2026 kategori lead putra yang digelar di Praha, Ceko, pada Senin (8/6/2026) dini hari.
Capaian ini tidak hanya menjadi kemenangan personal, tetapi juga mencatat sejarah baru. Putra tercatat sebagai atlet Indonesia pertama sekaligus perwakilan Asia Tenggara pertama yang berhasil meraih gelar juara pada nomor lead di ajang tersebut.
Dalam babak final, Putra tampil impresif dengan mengumpulkan 43 poin, mengungguli atlet Jepang Neo Suzuki yang meraih 39 poin. Sementara posisi ketiga ditempati atlet Austria Jakob Schubert.
Keberhasilan ini menjadi puncak dari konsistensi performa Putra dalam beberapa seri kejuaraan dunia. Pada dua seri sebelumnya, ia telah menunjukkan tren positif dengan menembus babak final, sebelum akhirnya memastikan gelar juara pada seri di Praha.
Perjalanan prestasi Putra dimulai dari level daerah. Ia mencuri perhatian saat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. Capaian tersebut membawanya masuk dalam program pemusatan latihan daerah (Puslatda), yang kemudian menjadi pintu menuju level nasional.
Puncak performanya di tingkat nasional terlihat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, ketika ia berhasil meraih lima medali emas di nomor lead, baik kategori individu maupun beregu. Hasil tersebut mengantarkannya bergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Federasi Panjat Tebing Indonesia.
Rektor Umsura, Mundakir, menyampaikan apresiasi atas capaian bersejarah tersebut. Menurutnya, keberhasilan Putra menjadi bukti bahwa mahasiswa Umsura mampu bersaing di level dunia.
“Kalau saya lihat videonya, Mas Putra tampil sangat impresif di partai final dengan membukukan skor 43, unggul atas para pesaingnya dari negara-negara kuat panjat tebing dunia. Ini momen yang sangat bersejarah bagi panjat tebing Indonesia. Medali emas pertama Indonesia, tentu seluruh civitas akademika Umsura sangat bangga,” ujar Mundakir, Senin (8/6).
Sebagai bentuk penghargaan, pihak universitas juga menyiapkan apresiasi khusus bagi Putra atas kontribusinya mengharumkan nama institusi dan bangsa.
“Nanti kami akan mengundang Putra ke universitas usai pertandingan. Ini memang sudah menjadi tradisi di Umsura untuk memberikan bonus kepada atlet yang mengharumkan nama universitas dan Indonesia di kancah dunia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemahasiswaan Umsura, Khoirul Anam, menegaskan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung mahasiswa berprestasi, termasuk di bidang olahraga profesional.
“Umsura berupaya menjadi ruang yang mendukung atlet untuk tetap berkembang tanpa meninggalkan pendidikan. Kami menyediakan sistem pembelajaran yang fleksibel agar mahasiswa atlet dapat menyeimbangkan studi dan karier,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Umsura telah memiliki ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Sejumlah atlet nasional sebelumnya juga merupakan lulusan kampus ini, dan saat ini masih terdapat beberapa atlet yang sedang menempuh pendidikan dengan dukungan beasiswa penuh, seperti Roji, Rachmad Adi, Eka Dian Krismawati, dan Kharisma Ragil.
“Saat ini masih ada sembilan atlet panjat tebing yang menempuh studi di Umsura dengan beragam program studi. Seluruhnya mendapatkan beasiswa atlet secara penuh dari universitas,” pungkasnya.
Prestasi Putra Tri Ramadani menjadi bukti bahwa integrasi antara pendidikan tinggi dan pembinaan olahraga dapat menghasilkan capaian berkelas dunia. Umsura pun semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang mampu melahirkan talenta unggul, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Be the first to comment