WARTAPTM.ID, PEKALONGAN – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menegaskan komitmennya dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif melalui capaian salah satu mahasiswanya, Fikki Arifani Saputra, yang berhasil lulus dengan predikat cumlaude dalam waktu 3,5 tahun atau tujuh semester.
Momen wisuda yang berlangsung di Aula UMPP, Rabu (10/6), menjadi semakin berkesan ketika Fikki melangkah ke panggung sambil membawa sejumlah medali renang yang telah diraihnya selama masa studi. Mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Jasmani tersebut menerima ucapan selamat dari Rektor UMPP, Nur Izzah, bersama jajaran pimpinan universitas.
Fikki merupakan penyandang disabilitas sensorik netra kategori low vision. Meski memiliki keterbatasan penglihatan, ia mampu menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,64 sekaligus menorehkan berbagai prestasi di bidang olahraga renang.
Selama menempuh pendidikan di UMPP, Fikki menjalani rutinitas yang disiplin antara kuliah dan latihan. Ia memulai hari dengan latihan renang pada pagi hari sebelum mengikuti perkuliahan, kemudian melanjutkan latihan kembali pada sore hari.
“Biasanya pagi latihan, setelah itu kuliah, lalu sore latihan lagi,” ujarnya.
Ketertarikan Fikki terhadap olahraga renang telah tumbuh sejak masa sekolah menengah pertama. Dalam periode yang sama, kondisi penglihatannya mengalami penurunan hingga didiagnosis sebagai low vision. Meskipun menggunakan alat bantu kacamata, keterbatasan tersebut tidak sepenuhnya dapat dikoreksi.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi Fikki untuk terus berlatih dan berkompetisi. Selama kuliah, ia aktif mengikuti berbagai kejuaraan, baik mewakili perguruan tinggi maupun secara individu.
Fikki berhasil mengoleksi 14 medali dari berbagai ajang, terdiri atas sembilan medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Prestasi tersebut diraih dari sejumlah kompetisi, antara lain Kejuaraan Provinsi NPCI, Kejuaraan Antar Perkumpulan se-Indonesia, Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Tengah, Invitasi Cabang Olahraga Mahasiswa tingkat nasional, hingga Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika tampil dalam ajang Peparnas di Papua dan bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia.
Setelah menyelesaikan studi sarjana, Fikki berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di bidang Pendidikan Olahraga. Selain itu, ia juga memiliki cita-cita untuk berkarier sebagai pelatih renang.
“Insya Allah ingin melanjutkan S2 Pendidikan Olahraga atau menjadi pelatih renang,” ungkapnya.
Rektor UMPP, Nur Izzah, menyampaikan bahwa capaian Fikki menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan inklusif yang diterapkan di lingkungan kampus.
Menurutnya, UMPP terus membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus dengan tetap memperhatikan potensi dan kemampuan masing-masing individu.
“UMPP berkomitmen menyelenggarakan pendidikan inklusi. Kami memfasilitasi mahasiswa yang memiliki keterbatasan sekaligus keunggulan agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Fikki menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
UMPP sebelumnya juga telah meluluskan mahasiswa penyandang disabilitas lainnya, termasuk mahasiswa tunarungu pada Program Diploma III Manajemen Informatika.
Melalui capaian ini, UMPP menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inklusif dan berkeadilan dalam memberikan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Be the first to comment