WARTAPTM.ID, KARANGANYAR – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) menjadi tuan rumah kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) izin operasional program studi baru yang dirangkaikan dengan kuliah umum Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (13/6/2026), di Aula Utama UMUKA.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya dalam peningkatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta relevansi program studi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, UMUKA secara resmi menerima SK izin operasional untuk Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Penambahan dua program studi ini mempertegas komitmen UMUKA dalam memperluas akses pendidikan tinggi berbasis keislaman sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Program Studi Hukum Keluarga Islam diarahkan pada penguatan keilmuan di bidang hukum keluarga, peradilan agama, serta penyelesaian persoalan hukum berbasis prinsip syariah. Adapun Program Studi Pendidikan Agama Islam difokuskan pada pencetakan tenaga pendidik profesional yang kompeten, berintegritas, serta adaptif terhadap dinamika pendidikan modern.
Pelaksana Harian Rektor UMUKA yang juga Wakil Rektor I, Ali Imron Al-Ma’ruf, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin operasional kedua program studi tersebut.
“Bertambahnya Program Studi Hukum Keluarga Islam dan Pendidikan Agama Islam menjadi amanah sekaligus peluang bagi UMUKA untuk memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan Islam dan mencetak generasi yang unggul serta berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa UMUKA akan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkemajuan, sejalan dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Tobroni, menekankan pentingnya menjaga mutu akademik sejak awal penyelenggaraan program studi.
“Program studi baru tidak hanya soal penambahan jumlah, tetapi bagaimana memastikan kualitasnya sejak awal. Lulusan harus adaptif, inovatif, dan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno. Dalam pemaparannya, ia menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun generasi masa depan.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Di era transformasi digital, kampus harus adaptif, inovatif, dan mampu membangun sinergi agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan PTMA, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara.
Be the first to comment