Unmuha Perkuat SDM Akademik, Delapan Dosen Raih Gelar Doktor dan Akselerasi Guru Besar

Unmuha Perkuat SDM Akademik, Delapan Dosen Raih Gelar Doktor dan Akselerasi Guru Besar

WARTAPTM.ID, BANDA ACEH – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) akademik sebagai bagian dari ikhtiar membangun pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Sepanjang periode 1–31 Juli 2026, sebanyak delapan dosen Unmuha dari berbagai disiplin ilmu berhasil menyelesaikan studi doktoral (S3).

Capaian ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.

Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, M.A., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menilai keberagaman latar belakang keilmuan para doktor baru menjadi kekuatan penting bagi pengembangan institusi.

“Keberagaman keilmuan ini menjadikan Unmuha lebih tangguh, subur secara intelektual, serta semakin siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik dosen tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan tambahan delapan lulusan doktor, saat ini Unmuha memiliki 65 dosen bergelar doktor dari total 213 dosen aktif. Hal ini menegaskan komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Para doktor baru tersebut berasal dari berbagai bidang, mulai dari teknik, ekonomi, hukum, hingga pendidikan dan sains. Keragaman ini diharapkan mampu memperkuat pendekatan interdisipliner dalam pengembangan keilmuan.

Rektor juga menekankan pentingnya kontribusi nyata para dosen bagi masyarakat.

“Kami berharap para dosen tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung melalui penelitian dan pengabdian,” tegasnya.

Selain mendorong peningkatan kualifikasi doktoral, Unmuha juga fokus pada percepatan lahirnya guru besar baru. Melalui Program Pascasarjana, kampus melakukan pendampingan intensif kepada delapan dosen yang diproyeksikan menjadi calon profesor.

Direktur Pascasarjana Unmuha, Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut mengacu pada kebijakan terbaru pemerintah, khususnya Permendikti Nomor 39 Tahun 2026.

“Kami mendampingi mulai dari pemahaman regulasi, pemenuhan syarat khusus, hingga penguatan publikasi ilmiah dosen,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Unmuha juga aktif mendorong dosen untuk mengakses berbagai hibah penelitian, seperti program Sinergi, BRIN, dan BIMA. Dukungan ini mencakup fasilitasi penyusunan proposal hingga penguatan luaran riset.

Menurut Hafnidar, publikasi pada jurnal bereputasi internasional menjadi salah satu kunci utama dalam percepatan capaian guru besar.

“Melalui dukungan hibah dan pendampingan yang terstruktur, kami optimistis para dosen dapat memenuhi syarat publikasi bereputasi, termasuk jurnal terindeks Scopus,” ungkapnya.

Langkah Unmuha dalam mendorong peningkatan kualifikasi dosen dan akselerasi guru besar merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kampus berkemajuan.

Penguatan SDM akademik tidak hanya berdampak pada reputasi institusi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global.

Dengan ikhtiar berkelanjutan ini, Unmuha menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus bergerak maju, menghadirkan pendidikan berkualitas, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.

Be the first to comment

Leave a Reply