UMKLA Dampingi Pembentukan Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah di Klaten

UMKLA Dampingi Pembentukan Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah di Klaten
UMKLA Dampingi Pembentukan Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah di Klaten.

WARTAPTM.ID, KLATENUniversitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan aktif dosen dalam Workshop Pembentukan Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah (DSMA) yang diselenggarakan oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Klaten, Ahad (14/6), di Aula UMKLA.

Kegiatan yang mengusung tema “Aisyiyah Bergerak: Membangun Desa Sehat Mandiri Mewujudkan Indonesia Emas” ini diikuti oleh kader ‘Aisyiyah dari tingkat cabang dan ranting se-Kabupaten Klaten. Workshop menjadi ruang strategis dalam memperkuat gerakan kesehatan berbasis masyarakat melalui pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, dosen UMKLA mengambil peran sebagai fasilitator kelompok kerja strategis. Retno Yuli Hastuti memandu kelompok kerja pencegahan penyakit menular dan tidak menular, Tutin Winarsih memfasilitasi kelompok kerja Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sementara Dr. Suyami memimpin kelompok kerja pencegahan stunting.

Melalui pendekatan partisipatif, para dosen mendampingi peserta dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan di wilayah masing-masing sekaligus menyusun rencana aksi yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat. Dosen tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan di tingkat komunitas,” ujar salah satu fasilitator.

Berbagai gagasan strategis lahir dalam forum diskusi, mulai dari penguatan edukasi kesehatan keluarga, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, deteksi dini risiko penyakit, hingga upaya pendampingan keluarga dalam pencegahan stunting.

Keterlibatan dosen UMKLA dalam kegiatan ini mencerminkan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

“Pendekatan berbasis komunitas seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan,” tambahnya.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan suasana kolaboratif. Para kader ‘Aisyiyah aktif berbagi pengalaman lapangan serta praktik baik yang telah diterapkan di wilayah masing-masing.

Melalui pembentukan Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah, diharapkan lahir model pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas yang mampu memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat desa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian dosen Universitas Muhammadiyah Klaten dalam mendukung terwujudnya masyarakat sehat, mandiri, dan berdaya, sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Be the first to comment

Leave a Reply