WARTAPTM.ID, MAGELANG — Prestasi membanggakan diraih dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dr. Galih Istiningsih, yang berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Magelang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) sebagai bentuk apresiasi terhadap inovator dan peneliti yang berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui riset yang aplikatif.
Dalam ajang tersebut, Dr. Galih bersama tim mengusung penelitian berjudul “SI-PANDAI: Model Sekolah Inklusi Berbasis Kesiapan Guru dalam Perspektif EDAI (Equity, Diversity, Accessibility, and Inclusion) di Kota Magelang”.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya berbagai tantangan dalam implementasi pendidikan inklusif, meskipun Kota Magelang telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangannya.
“Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain ketidaksinkronan data anak berkebutuhan khusus, rendahnya kesiapan guru, serta belum terintegrasinya prinsip inklusi dalam manajemen sekolah,” ujar Galih.
Selain itu, kendala seperti keterbatasan kompetensi pendidik, aksesibilitas layanan pendidikan, serta stigma sosial juga masih menjadi tantangan di lapangan.
Melalui riset tersebut, tim menghadirkan model SI-PANDAI sebagai solusi inovatif untuk memperkuat kesiapan guru sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas diskriminasi.
“Model ini mengintegrasikan prinsip EDAI ke dalam fungsi manajemen sekolah, sehingga nilai keadilan, keberagaman, aksesibilitas, dan inklusi dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Menurutnya, model SI-PANDAI tidak hanya menitikberatkan pada aspek kebijakan, tetapi juga pada penguatan kompetensi guru secara menyeluruh.
“Guru tidak hanya memahami konsep pendidikan inklusif, tetapi juga memiliki panduan praktis dalam mengajar dan menangani siswa berkebutuhan khusus,” tambahnya.
Penerapan model ini dinilai mampu memberikan manfaat luas, baik bagi guru maupun peserta didik, terutama dalam menciptakan layanan pendidikan yang lebih adaptif dan setara.
“Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pendidikan inklusif serta pengembangan sekolah ramah disabilitas,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap model SI-PANDAI dapat diimplementasikan secara luas.
“Kami berharap Kota Magelang dapat menjadi percontohan sekolah inklusi berbasis EDAI di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Capaian ini sekaligus menegaskan kontribusi dosen UNIMMA dalam menghadirkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan pendidikan di masyarakat.
Be the first to comment