WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Momentum Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk memperkuat gerakan filantropi berbasis kampus. Berdasarkan laporan yang dihimpun Tim Data Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebanyak 766 hewan kurban berhasil dihimpun dan disalurkan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri atas 483 ekor sapi dan 283 ekor kambing/domba. Seluruh hewan kurban didistribusikan kepada masyarakat luas, mulai dari lingkungan sekitar kampus hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari sisi ekonomi, pelaksanaan kurban di lingkungan PTMA juga menunjukkan nilai yang signifikan. Total estimasi nilai kurban secara nasional mencapai sekitar Rp11,3 miliar. Angka ini mencerminkan tingginya partisipasi sekaligus kuatnya semangat filantropi di kalangan sivitas akademika Muhammadiyah.
Program kurban ini melibatkan lebih dari 7.000 sohibul kurban yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra kampus. Adapun distribusi daging kurban menjangkau lebih dari 40.000 penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.

Secara umum, pelaksanaan kurban di PTMA dikelola secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur kampus. Rata-rata, setiap institusi mengelola lebih dari 10 hewan kurban dan mendistribusikannya kepada ratusan penerima manfaat.
Distribusi dilakukan secara terorganisir dengan mengedepankan prinsip pemerataan dan kebermanfaatan. Selain menyasar masyarakat di sekitar kampus, sejumlah PTMA juga memperluas jangkauan distribusi hingga ke wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
Dalam laporan tersebut, beberapa PTMA tercatat memiliki kontribusi menonjol. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), misalnya, menjadi salah satu kampus dengan jumlah dan nilai kurban terbesar, dengan estimasi nilai mendekati Rp1 miliar.
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menonjol dalam aspek distribusi, dengan jangkauan penerima manfaat yang luas dan sistem distribusi yang terorganisir, mencakup berbagai lapisan masyarakat.

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam seluruh proses kurban—mulai dari penggalangan dana, pengelolaan hewan, hingga distribusi—juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, mengapresiasi capaian tersebut sebagai wujud profesionalitas PTMA dalam mengelola amanah umat. Menurutnya, partisipasi aktif dari berbagai kampus menunjukkan bahwa nilai dakwah sosial dan kemanusiaan telah menjadi bagian integral dalam ekosistem pendidikan Muhammadiyah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa PTMA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjalankan fungsi dakwah kemanusiaan. Lebih dari sekadar statistik, ini adalah pesan bahwa kampus hadir untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menambahkan, pengelolaan kurban yang semakin profesional juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan Muhammadiyah.
Be the first to comment