Perkuat Kepemimpinan Kader, Umisda Gelar Baitul Arqam Ortom

Perkuat Kepemimpinan Kader, Umisda Gelar Baitul Arqam Ortom
Perkuat Kepemimpinan Kader, Umisda Gelar Baitul Arqam Ortom. (FOTO. UMSIDA).

WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (DAIK) kembali menggelar program Baitul Arqam bagi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di Graha Umsida pada 19–20 Juni 2026.

Program pembinaan tersebut mengusung tema “Building Strong Character for Future Leaders” dan diikuti oleh perwakilan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan, serta Tapak Suci. Setiap organisasi mengirimkan empat peserta yang terdiri dari unsur pimpinan harian dan majelis kader sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan.

Kepala Bidang AIK DAIK Umsida, Puspita Handayani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam memperkuat pembinaan kader di lingkungan kampus.

“Baitul Arqam ini adalah bentuk pembinaan berkelanjutan. Jika sebelumnya menyasar BEM dan UKM, maka tahun ini kami fokus pada organisasi otonom Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap jenjang kepemimpinan dalam Muhammadiyah memiliki pola kaderisasi yang berbeda, sehingga Baitul Arqam menjadi tahapan penting dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa.

“Setiap jenjang kepemimpinan di Muhammadiyah memiliki pola perkaderan yang berbeda. Karena itu, Baitul Arqam menjadi proses penting untuk memahami sistem kaderisasi secara lebih mendalam,” jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman yang dapat memperkuat peran kader dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat sinergi antara DAIK dengan organisasi otonom di lingkungan Umsida.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kepemimpinan saat ini, tetapi terus berlanjut pada periode berikutnya,” tambah Puspita.

Kegiatan Baitul Arqam secara resmi dibuka oleh Kepala Sekretariat Rektorat Umsida, Dr. Kumara Adji Kusuma. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam keberlangsungan gerakan Muhammadiyah.

“Baitul Arqam adalah bagian penting dari proses kaderisasi. Di sini, kader tidak hanya belajar tentang Muhammadiyah, tetapi juga membangun karakter sebagai calon pemimpin,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap organisasi otonom memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi kader. IMM berperan sebagai agent of change di kalangan mahasiswa, sementara Hizbul Wathan dan Tapak Suci menjadi wadah pengembangan keterampilan dan karakter.

Adji juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, seperti maraknya hoaks, rendahnya literasi, serta penggunaan media sosial yang kurang bijak.

“Kader Muhammadiyah harus mampu bersikap tabayyun, memanfaatkan media sosial secara positif, serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat perubahan yang berlandaskan nilai-nilai tajdid.

“Saya berharap peserta tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga semangat perjuangan dan semangat perubahan yang berlandaskan spirit tajdid,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Umsida menegaskan komitmennya dalam mencetak kader Muhammadiyah yang berkarakter kuat, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Be the first to comment

Leave a Reply