Siapkan Operasional RS, Rektor Umsida Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Alkes Global

Siapkan Operasional RS, Rektor Umsida Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Alkes Global
Siapkan Operasional RS, Rektor Umsida Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Alkes Global

WARTAPTM.ID, TIONGKOK – Upaya penguatan fasilitas kesehatan terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjelang operasional Rumah Sakit Umum Umsida yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan ke Mindray, perusahaan teknologi medis global berbasis di Tiongkok.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (16/4) tersebut menjadi bagian dari rangkaian lawatan internasional Rektor Umsida, Hidayatulloh, dalam mempersiapkan kebutuhan alat kesehatan (alkes) untuk rumah sakit yang tengah dibangun.

Menjajaki Standar Teknologi Kesehatan Global

Dalam kunjungan tersebut, Rektor Umsida mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kapasitas Mindray sebagai salah satu produsen alat kesehatan terbesar di dunia. Perusahaan yang berdiri sejak 1991 dan berbasis di Shenzhen ini telah mendistribusikan produknya ke lebih dari 190 negara.

Mindray dikenal memiliki tiga lini bisnis utama, yakni perangkat monitoring pasien dan penunjang hidup, diagnostik laboratorium (in-vitro), serta teknologi pencitraan medis. Beragam produk tersebut digunakan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari klinik hingga rumah sakit berskala besar.

“Kami melihat langsung bagaimana perkembangan teknologi alat kesehatan yang sangat pesat, sekaligus menjadi referensi penting dalam menyiapkan rumah sakit Umsida,” ungkap Rektor.

Menurutnya, keunggulan Mindray terletak pada kombinasi teknologi yang terus berkembang, dukungan riset yang kuat, serta harga yang relatif kompetitif dibandingkan produsen lain di pasar global.

Peluang Kolaborasi untuk RS Umsida

Seiring progres pembangunan Rumah Sakit Umsida, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama strategis dalam pengadaan alat kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari presentasi perusahaan, rekam jejak, hingga perbandingan kualitas dan efisiensi biaya.

“Dari kunjungan ini kami mendapat banyak pelajaran, inspirasi, dan gambaran pengembangan rumah sakit ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan rumah sakit akan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada standar internasional, sehingga mampu menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Langkah Lanjutan dan Penguatan Strategi

Sebagai tindak lanjut, Umsida berencana segera melakukan pembahasan internal bersama tim rumah sakit dan Badan Pembina Harian (BPH) terkait perencanaan pengadaan alat kesehatan.

“Kami akan segera berdiskusi dengan tim rumah sakit dan BPH untuk mempersiapkan pengadaan alat kesehatan yang rencananya mulai dilakukan pada Juni mendatang,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihak kampus juga berencana mengundang Mindray untuk melakukan presentasi langsung di Umsida sebagai bagian dari proses pematangan keputusan.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan mengundang pihak Mindray untuk memaparkan langsung di hadapan tim dan pimpinan,” tambahnya.

Rektor juga menilai performa perusahaan tersebut cukup menonjol dibandingkan kompetitor lain, baik dari sisi inovasi maupun kualitas produk.

“Perkembangan Mindray sangat luar biasa, bahkan mampu bersaing dan melampaui beberapa perusahaan alat kesehatan lain. Dari sisi kualitas tidak kalah, namun lebih kompetitif,” pungkasnya.

Langkah penjajakan kerja sama ini menegaskan keseriusan Umsida dalam menghadirkan rumah sakit modern dengan dukungan teknologi mutakhir. Dengan perencanaan yang matang, Rumah Sakit Umsida diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus mendukung penguatan pendidikan di bidang kesehatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*