UMT Gelar Asesmen Lapangan Prodi Perbankan Syariah, Perkuat Komitmen Mutu Akademik

UMT Gelar Asesmen Lapangan Prodi Perbankan Syariah, Perkuat Komitmen Mutu Akademik
UMT Gelar Asesmen Lapangan Prodi Perbankan Syariah, Perkuat Komitmen Mutu Akademik

WARTAPTM.ID, TANGERANG – Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui pelaksanaan asesmen lapangan Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam (FAI). Kegiatan ini digelar pada Selasa (21/04) di Aula Lantai 15 UMT sebagai bagian dari proses reakreditasi program studi.

Asesmen lapangan tersebut menjadi tahapan penting dalam memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan tetap selaras dengan standar nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, mulai dari rektor, wakil rektor, hingga jajaran fakultas yang terlibat langsung dalam pengembangan akademik.

Hadir pula tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) yang bertugas melakukan verifikasi lapangan terhadap data dan capaian program studi.

Rektor UMT, Desri Arwen, menyampaikan apresiasi atas perkembangan signifikan Program Studi Perbankan Syariah sejak awal berdiri. Ia menegaskan bahwa asesmen ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas akademik yang terus berkembang.

“Kami optimistis melalui asesmen ini, Prodi Perbankan Syariah dapat meraih hasil terbaik sebagai wujud pengakuan atas mutu pendidikan yang terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas tidak hanya berfokus pada capaian administratif, tetapi juga pada substansi pembelajaran yang mampu melahirkan lulusan unggul dan berdaya saing.

Asesor I, Hikmah Endraswati, menjelaskan bahwa tim asesor akan melakukan verifikasi terhadap data faktual yang disampaikan oleh program studi. Hasil verifikasi tersebut nantinya menjadi dasar penilaian yang dilaporkan kepada dewan penilai LAMEMBA.

“Kami hadir untuk memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dengan kondisi di lapangan, sehingga proses penilaian berjalan objektif dan akuntabel,” jelasnya.

Sementara itu, Asesor II, Zuhrinal M Nawawi, turut membangun suasana asesmen yang komunikatif dan terbuka. Pendekatan ini dinilai penting agar proses evaluasi berjalan lebih konstruktif dan memberikan ruang dialog antara asesor dan sivitas akademika.

Pada kesempatan yang sama, Pembina FAI UMT, Ahmad Thib Raya, menekankan pentingnya penyajian data yang komprehensif, akurat, dan transparan dalam proses asesmen. Hal tersebut menjadi kunci dalam mendukung penilaian yang optimal.

Ia juga mengajak seluruh jajaran fakultas untuk menjadikan asesmen ini sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan tata kelola akademik.

“Asesmen bukan hanya penilaian, tetapi juga momentum untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang ada,” pesannya.

Melalui asesmen lapangan ini, UMT menegaskan langkah strategisnya dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi yang unggul, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Khususnya dalam bidang perbankan syariah, penguatan mutu akademik diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan industri keuangan syariah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*