Dosen UMTAS Implementasikan RisetMu di Malaysia, Edukasi Pencegahan HFMD untuk Anak Diaspora

Dosen UMTAS Implementasikan RisetMu di Malaysia, Edukasi Pencegahan HFMD untuk Anak Diaspora
Tim dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menghadirkan inovasi edukasi pencegahan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) berbasis komik digital berbahasa Inggris. (Foto. UMTAS).

WARTAPTM.ID, SELANGOR — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) kembali menunjukkan kontribusinya di kancah internasional melalui implementasi program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset di Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu) skema kerja sama internasional yang berfokus pada edukasi kesehatan anak.

Program dilaksanakan di Sanggar Belajar Kuala Langat, Selangor, Malaysia, pada 20 Mei 2026, dengan menyasar anak-anak diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Melalui kegiatan ini, tim dosen UMTAS menghadirkan inovasi edukasi pencegahan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) berbasis komik digital berbahasa Inggris.

Kegiatan ini dipimpin oleh Meiliana Nurfitriani dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMTAS, bersama tim lintas disiplin yang terdiri dari Anggia Suci Pratiwi, Miftahul Falah, Mujiarto, serta melibatkan mahasiswa UMTAS, Rini Syamsiah Nur Alifah. Kolaborasi ini mengintegrasikan keahlian di bidang pendidikan, kesehatan, serta teknologi pembelajaran.

Pemilihan tema HFMD dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kasus penyakit tersebut di kawasan Asia, termasuk Malaysia. Penyakit yang umumnya menyerang anak-anak ini memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi, sehingga upaya edukasi pencegahan menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat sejak dini.

Sebagai bentuk inovasi, tim pengabdian mengembangkan media pembelajaran berupa komik digital berbahasa Inggris. Pendekatan visual yang interaktif dinilai mampu meningkatkan minat belajar anak sekaligus memudahkan pemahaman materi kesehatan yang sering kali dianggap kompleks.

Ketua tim, Meiliana Nurfitriani, menjelaskan bahwa pemanfaatan media digital menjadi strategi penting dalam menjangkau karakteristik generasi saat ini.

“Edukasi kesehatan perlu disampaikan dengan pendekatan yang relevan dengan dunia anak-anak. Komik digital menjadi media yang efektif karena mampu menggabungkan unsur pembelajaran dan hiburan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari membaca komik digital, diskusi, permainan edukatif, hingga praktik langsung perilaku hidup bersih dan sehat. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan gejala HFMD, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Miftahul Falah, selaku ahli kesehatan dalam tim, menekankan pentingnya edukasi sejak dini dalam membangun kesadaran preventif pada anak.

“Pemahaman yang baik tentang cara penularan dan pencegahan akan membantu anak-anak melindungi diri mereka dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Program ini juga mendapat respons positif dari pengelola Sanggar Belajar Kuala Langat. Kehadiran media pembelajaran yang memadukan unsur kesehatan, teknologi, dan bahasa dinilai memberikan pengalaman belajar baru yang menarik bagi anak-anak diaspora Indonesia.

Lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, program ini mencerminkan komitmen UMTAS dalam mengembangkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dukungan hibah RisetMu kerja sama internasional turut mempertegas kapasitas akademik dosen UMTAS dalam menjawab isu-isu global melalui pendekatan kolaboratif.

Melalui sinergi lintas disiplin dan lintas negara, UMTAS terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga menjangkau komunitas Indonesia di tingkat global. Inisiatif ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang sehat, berpengetahuan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Be the first to comment

Leave a Reply