Literasi Karier UM Bandung Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Era Digital

Literasi Karier UM Bandung Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Era Digital
Literasi Karier UM Bandung Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Era Digital. (Foto. UM Bandung).

WARTAPTM.ID, BANDUNG — Mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk mulai mempersiapkan karier. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, penguatan pengalaman, kompetensi, dan personal branding sejak di bangku kuliah menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing di dunia profesional.

Pesan tersebut disampaikan Psikolog Industri dan Organisasi sekaligus Career Coach, Silmina Fauziyah, dalam kegiatan Literasi Karier bertajuk “Your Path, Your Field, Your Future” yang diselenggarakan Duta Literasi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Kamis (02/07/2026).

Silmina menegaskan bahwa dunia industri saat ini tidak lagi menjadikan latar belakang pendidikan atau indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai satu-satunya tolok ukur dalam proses rekrutmen. Perusahaan, menurutnya, semakin mempertimbangkan kejelasan arah karier, relevansi pengalaman, keterampilan, hingga rekam jejak profesional calon pelamar.

“Mahasiswa perlu mulai mengenali potensi diri, membangun pengalaman yang relevan, serta menyusun CV dan personal branding sejak dini, bukan ketika lowongan pekerjaan sudah dibuka,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa CV yang baik bukan sekadar memuat banyak informasi, melainkan mampu menunjukkan kompetensi secara jelas, relevan dengan posisi yang dilamar, serta mudah dipahami oleh perekrut, termasuk sesuai dengan sistem Applicant Tracking System (ATS) yang kini banyak digunakan perusahaan.

Pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, hingga proyek perkuliahan, lanjutnya, dapat menjadi nilai tambah apabila disusun dengan pendekatan Situation, Task, Action, Result (STAR), sehingga mampu menggambarkan kontribusi dan capaian secara terukur.

Lebih lanjut, Silmina mengingatkan bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu menemukan passion secara sempurna sebelum memulai langkah karier. Menurutnya, karier terbentuk melalui proses belajar, pengalaman, kesempatan, serta keberanian mencoba berbagai bidang.

“Karier dibangun melalui pengalaman, kesempatan, pengembangan keterampilan, dan keberanian mencoba berbagai tantangan,” tegasnya.

Dalam era digital, ia juga menekankan pentingnya membangun personal branding yang autentik melalui platform profesional seperti LinkedIn. Personal branding bukan sekadar membangun citra, tetapi menunjukkan reputasi, kompetensi, dan konsistensi seseorang dalam bidang yang ditekuni.

Selain itu, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dinilai dapat membantu mahasiswa dalam proses pencarian kerja, seperti mengidentifikasi kata kunci lowongan, menyempurnakan CV, hingga berlatih wawancara kerja. Namun demikian, ia mengingatkan agar penggunaan AI tetap bijak dan tidak disalahgunakan.

“AI dapat membantu menyusun bahasa dan memberikan masukan, tetapi bukan untuk menciptakan pengalaman atau data yang tidak pernah dimiliki pelamar,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Duta Literasi Manajemen UM Bandung, Siti Azmi Nur Islami, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan dalam merancang masa depan profesional sejak dini.

Menurutnya, literasi karier tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis seperti menyusun CV atau melamar pekerjaan, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali potensi diri, memahami minat dan bakat, serta membaca kebutuhan industri.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu merencanakan masa depan kariernya dengan lebih terarah. Temukan jalanmu, kuasai bidangmu, dan jemput masa depanmu dengan literasi karier,” ujarnya.

Pembina Duta Literasi Manajemen UM Bandung, Megha Sakova, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai menyusun roadmap karier sejak di bangku kuliah agar memiliki arah yang jelas dalam menentukan profesi yang ingin ditekuni.

“Manfaatkan waktu kuliah untuk menyusun roadmap karier. Tentukan bidang yang ingin ditekuni agar setiap langkah yang diambil menjadi lebih terarah,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif berkonsultasi dengan dosen sebagai mentor, sehingga memperoleh arahan yang sesuai dengan potensi dan tujuan karier masing-masing.

“Semoga mahasiswa dapat meraih kesuksesan dengan versi terbaiknya, menjadi pribadi yang bermanfaat, serta mampu berperan sebagai agent of change di dunia kerja,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply